Wagub Bali Berharap Pengelolaan Pura Agung Besakih Makin Baik

oleh
Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati ( Cok Ace) menghadiri acara Persembahyangan Hari Suci Siwalatri di Pura Agung Besakih, Kecamatan Rendang, Karangasem, Kamis (23/1/2020). (Ist)
banner 300250

Karangasem, suarabali.com – Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati ( Cok Ace) mengucapkan terima kasih atas kerja keras semua pihak, khususnya badan operasional Pura Agung Besakih, yang telah menunjukkan hasil kerja yang baik.


“Tiga tahun terbentuknya badan oprasional, sudah membuktikan bagaimana berkembangnya dan tertatanya kawasan Pura Besakih,” kata Cok Ace dalam sembrama wacana-nya di acara Persembahyangan Hari Suci Siwalatri di  Pura Agung Besakih, Kecamatan Rendang, Karangasem, Kamis (23/1/2020) malam.

Persembahyangan tersebut dirangkaikan pula dengan penandatanganan dan penyerahan perjanjian kerja sama serta dana dari manajemen operasional Pura Agung Besakih kepada Pemkab Karangasem dan Desa Adat Besakih di Bale Pesandekan Pura Agung Besakih.

Menurut Cok Ace, keberadaan Pura Agung Besakih yang dikelola sejak 2017, sekarang bisa memberikan manfaat bagi pura, masyarakat desa hingga pemerintah kabupaten. “Pemanfaatan dana yang ada, juga berarti pemasukan APBD Karangasem, bisa ditujukan untuk memperbaiki infrastruktur. Juga untuk pendapatan desa adat besakih,” katanya.

“Mari kita kelola bersama dengan baik. Apa yang sudah berjalan, jalankan dengan baik. Dipetakan lagi kawasan suci dan kawasan yang bisa dikunjungi wisatawan, sehingga kedepan makin baik lagi,” imbuh mantan Bupati Gianyar ini.

Terkait peringatan Hari Siwalatri, Cok Ace menekankan hari paling gelap dalam satu tahun tersebut merupakan momen untuk memohon karunia kepada Ida Hyang Widhi Wasa. “Sekaligus introspeksi tujuh penyebab kemabukan manusia, yakni penampilan, harta, kepandaian, kebangsawanan/kasta/jabatan, kekuatan, minuman memabukkan, kemenangan,” urainya.

Sementara Ketua Manajer Operasional Objek Pura Agung Besakih Jro Mangku Ngawit melaporkan, secara umum pengelolaan Pura Agung Besakih sudah cukup baik, terutama hal ini terlihat dari pengelolaan kebersihaan hingga keamanan, juga pelayanan kepada pemedek serta wisatawan terus meningkat.

Sejak dijalankan mulai tahun 2017, tim oprasional Pura Besakih pada tahun 2019 mencatatkan kunjungan wisatawan rata-rata 650 orang per hari dan terus meningkat. “Kalau sebelumnya rata-rata hanya 200 orang per hari,” katanya.

Sedangkan, wisatawan yang berkunjung didominasi wisman asal Eropa seperti Prancis, Spanyol, Jerman, dan Rusia.

Untuk tahun 2019, Jro Ngawit menuturkan, badan operasional Besakih mendapatkan laba bersih sebesar Rp 3,685 miliar yang akan dibagikan 50 persen ke Pura Agung Besakih, 25 persen ke Desa Adat Besakih, dan 25 persen ke Pemkab Karangasem.

“Ini perkembangan signifikan, karena sebelum ada badan operasional, pendapatan nyaris tidak ada,” tuturnya.

Hadir dalam kesempatan tersebut, di antaranya Ny. Tjok Putri Haryani Ardhana Sukawati, Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra, Wakil Bupati Karangasem Wayan Artadipha, serta jajaran Kepala OPD di lingkup Provinsi Bali. (*)