Wabup Badung: Potensi Desa Perlu Dimanfaatkan dengan Baik

oleh
Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa saat membuka Bimtek Perbekel dan BPD di Ballroom Aston Hotel Denpasar, Senin (20/1/2020). (Ist)
banner 300250

Badung, suarabali.com –Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Perbekel dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) di Ballroom Aston Hotel Denpasar, Senin (20/1/2020). Pembukaan Bimtek ini juga dihadiri Ketua DPRD Badung Putu Parwata, OPD terkait, dan para peserta dari perbekel dan BPD se-Kabupaten Badung.

Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa mengatakan paradigma desa membangun tidak henti-hentinya menjadi fokus perhatian Pemerintah Kabupaten Badung dengan menyerahkan alokasi dana perimbangan keuangan dan dana bagi hasil pajak daerah dan retribusi daerah kepada desa yang dari tahun ke tahun terus meningkat, seiring meningkatnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Badung.

Mengingat demikian besarnya potensi sumber daya dan sumber dana yang dimiliki dan diserahkan kepada desa, kata Suiasa, perlu dikelola dan dimanfaatkan dengan baik. “Di sinilah peran strategis yang harus diemban oleh perbekel dan lembaga desa, khususnya Badan Permusyawaratan Desa (BPD) sebagai unsur pendukung tugas perbekel dalam menyelenggarakan kegiatan pemerintahan, pembangunan serta kemasyarakatan di desa,” paparnya.

Lebih lanjut Suiasa mengatakan pada hakekatnya pengalokasian dana ini, selain sebagai kelanjutan atas pelaksanaan kebijakan yang telah ditempuh selama ini, juga sebagai pengejawantahan amanat peraturan perundang-undangan yang berlaku berkenaan dengan perimbangan keuangan pemerintah pusat dan daerah maupun hal-hal yang berkaitan dengan pengelolaan keuangan daerah.

Selain itu, kata dia, juga sebagai bentuk komitmen dan apresiasi Pemerintah Kabupaten Badung kepada segenap masyarakat Badung untuk bersama-sama membangun jagat Badung.

“Kebijakan ini sengaja ditempuh dan direncanakan sebagai langkah strategis dalam rangka menyinergikan seluruh komponen yang terkait, sehingga pemerintahan, pembangunan, sosial kemasyarakatan, dan pemberdayaan masyarakat dapat berjalan optimal,” kata Suiasa.

Dia juga mengingatkan tugas perbekel bersama BPD mempunyai untuk menyusun rencana pembangunan secara partisipatif, menggerakkan swadaya gotong-royong masyarakat, melaksanakan dan mengendalikan pembangunan.

Dengan terbangunnya kerja sama yang harmonis antara perbekel dan BPD, menurut dia, akan terwujud kinerja penyelenggaraan pemerintahan desa yang efektif dan efisien guna terwujudnya kesejahteraan masyarakat.

Sementara ketua pantia Kadek Sukarma melaporkan penyelenggaraan Bimtek untuk menyamakan persepsi antara perbekel dengan BPD dalam program Desa Membangun. Sebab, di Kabupaten Badung, perbekel dijabat oleh Pj. dan sebagian besar periode BPD saat ini adalah anggota baru.

Dia mengatakan sinergi antara perbekel dan BPD selama ini sudah terjalin dengan bagus. Untuk itu, dia berharap Bimtek ini dapat menghindari adanya kecemburuan antara BPD dengan perangkat desa, sehingga sinergitas yang sudah bagus dapat dipertahankan dan ditingkatkan. (*)