Vaksinasi Gratis untuk Kendalikan Penyebaran Rabies di Kota Denpasar

oleh
Vaksinasi anjing dan kucing peliharaan di Kota Denpasar. (Foto: Dsd)
banner 300250

Denpasar, suarabali.com – Dinas Pertanian Kota Denpasar melakukan sterilisasi dan kastrasi khusus hewan lokal serta vaksinasi rabies gratis terhadap hewan peliharaan milik masyarakat di kantor dinas setempat, Kamis (22/2/2018). Kegiatan ini bertujuan mengendalikan populasi hewan liar, terutama anjing dan kucing, serta untuk menekan penularan penyakit rabies.

Pada hari pertama kegiatan, masyarakat antusias membawa anjing dan kucing peliharaannya untuk divaksin, kastrasi, dan sterilisasi. Tercatat 100 hewan peliharaan yang mengantri.

Kepala Dinas  Pertanian Kota Denpasar, I Gede Ambara Putra mengatakan, kegiatan vaksinasi rabies gratis ini merupakan kegiatan rutin yang diadakan Pemkot Denpasar. Kali ini kegiatan vaksinasi rabies dibarengi dengan sterilisasi dan kastrasi yang dikhususkan pada Hewan Penular Rabies (HPR) lokal, yakni anjing dan kucing.

Sepanjang tahun 2017, Kota Denpasar terbebas dari kasus positif rabies (zero kasus). Hal itu berkat program vaksinasi yang dilakukan Dinas Pertanian Kota Denpasar dengan capaian vaksinasi rabies sebesar 87,56% dari 87.992 populasi HPR.

Di Denpasar, menurut I Gede Ambara Putra, populasi anjing lokal lebih banyak dibandingkan anjing RAS. Pada 2017, populasi anjing lokal mencapai 96.000 ekor per tahun. Untuk itu, Dinas Pertanian Kota Denpasar mengkhususkan sterilisasi dan kastrasi pada anjing lokal. Sebab, dari angka tersebut banyak yang merupakan anjing liar.

“Dengan banyaknya populasi tersebut, maka kami mengadakan sterilisasi dan kastrasi gratis untuk mengendalikan populasi hewan lokal. Sebab, banyak masyarakat yang masih membuang anjing atau kucing di jalanan,” katanya.

Dia mengimbau masyarakat agar tidak membuang anjing atau kucing lokal ke jalanan. Jika ada yang menemukan anak anjing dan kucing liar di wilayah Denpasar, agar melaporkannya ke Dinas Pertanian Kota Denpasar.

Pemerintah Kota Denpasar juga gencar menekan penyebaran virus rabies secara bertahap dari tingkat banjar. “Dengan kegiatan ini diharapkan masyarakat lebih sadar untuk menjaga dan merawat kesehatan anjing dan kucing peliharaannya,” tegas Ambara Putra. (Dsd/Sir)