Uang Kembalian Tidak Boleh Diganti Permen

oleh
Ilustrasi. (Ist)
banner 300250

Jakarta, suarabali.com – Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Agusman mengatakan Bank Indonesia (BI) melarang toko atau ritel menjadikan permen sebagai kembalian uang pembayaran dari pembeli. Sebab, uang rupiah harus dikembalikan dengan uang rupiah dengan pecahan yang lebih kecil.

“Untuk kembalian dengan permen jelas tidak boleh. Karena permen bukanlah alat pembayaran untuk mengembalikan uang,” kata Agusman di Gedung BI, Jakarta, Selasa (19/12/2017).

Agusman menegaskan, alat pembayaran yang sah di Indonesia hanya Rupiah. Sebab itu, kata dia, konsumen berhak menolak jika toko memberikan permen sebagai pengganti uang kembalian. Itu sebabnya, BI sebagai otoritas menyediakan uang logam pecahan kecil untuk kembalian ini.

“Pembeli berhak menolak, jika dikembalikan dengan permen. Kan permen bukan alat pembayaran yang sah. Kami menyediakan uang logam atau koin pecahan kecil sebagai uang kembalian,” ujarnya.

Dalam satu dasawarsa terakhir, Bank Indonesia telah mengeluarkan uang koin sekitar Rp 6 triliun. Namun, yang kembali ke Bank Indonesia hanya Rp 900 miliar atau 16 persen dengan tren semakin menurun.

Hal ini disebabkan budaya masyarakat yang masih menganggap uang koin bukan sebagai alat transaksi. Kondisi tersebut menyebabkan sirkulasi peredaran uang Rupiah, khususnya uang koin, di masyarakat tidak optimal. (Sir)