Tampil di ILC, Ini Motivasi Ike Edwin Daftar Capim KPK

oleh
banner 300250

Jakarta, suarabali.com – Irjen Pol. Ike Edwin mengaku mendaftarkan diri menjadi calon pimpinan (Capim) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) semata-mata ingin mengabdi pada negara pasca pensiun sebagai anggota Polri.

“Kalau tugas itu pasti ada akhir. Saya enam bulan lagi habis (pensiun), tepatnya 1 Januari 2020. Saya ingin mengabdi. Kalau mengabdi itu enggak ada pensiunnya. Kalau tugas pasti ada akhirnya. Jadi, saya sudah 35 tahun menjadi polisi,” kata Ike Edwin dalam acara Indonesia Lawer Club yang ditayangkan TV One, Selasa (23/7/2019).

Mantan Dirtipikor Mabes Polri ini mengaku cocok sekali bekerja di bidang penegakan hukum dan keamanan. Dia juga termotivasi lantaran memiliki pengalaman di bidang pemberantasan korupsi.

Saat menjadi Dirtipikor Mabes Polri, Ike Edwin mengatakan Polri berhasil menyelesaikan kasus korupsi hingga 120 persen atau melebihi target yang ditetapkan Presiden melalui Inpres No. 09 Tahun 2009.

“Pada saat itu (Polri) menyelesaikan Inpres lebih duluan dengan 120 persen tahun 2009 atau melebihi target yang diberikan,” katanya.

Mantan Kapolda Lampung ini juga membantah dugaan sebagian masyarakat bahwa perwira tinggi (Pati) Polri diperintah mendaftar untuk menguasai KPK.

“Mendaftar itu masing-masing, tidak ada perintah. Karena kita institusi, ada struktur, ada hirarki, harus minta izin ( dari Kapolri). Tapi, mendaftarnya itu keinginan pribadi masing-masing,” ungkapnya.

Ike Edwin berharap kecurigaan tersebut tidak perlu terjadi. Sebab, kata dia, citra Polri dari tahun ke tahun makin membaik. Saat reformasi, kata dia, citra Polri 35 persen, tahun 2009 citra Polri 55 persen. Sekarang di bawah kempimpinan Kapolri Tito Karnavian, citra Polri sudah mencapai 77 persen.

“Bahkan berdasarkan hasil survei, Polri masuk empat besar lembaga terpercaya di Indonesia,” katanya.

Lebih jauh, Ike Edwin menilai KPK sebagai organisasi yang bagus. Bahkan, dia mengibaratkan lembaga anti-rasuah itu sebagai bidadari yang cantik atau seorang dewa yang kesatria. “Ini lembaganya menarik sekali,” ujarnya.

“Karena KPK lembaga yang sangat menarik, apa salahnya kita juga mendaftar untuk pengabdian. Selagi badan sehat, umur masih ada,” imbuhnya. (Sir)