Tak Ada Pasokan Gas di Pengungsian, DPRD Bali Panggil Pertamina

oleh
Ilustrasi
banner 300250

Denpasar, Suarabali.com -Komisi III DPRD Bali menggelar rapat koordinasi dengan Pertamina Bali, Selasa (26/9/2017). Rapat yang  dipimpin langsung oleh Ketua Komisi III DPRD Bali I Nengah Tamba itu untuk membahas bantuan gas LPG bagi pengungsi Gunung Agung. Hal itu sebagai tindak lanjut atas pernyataan gubernur Bali Made Mangku Pastika sehari sebelumnya, bahwa para pengungsi sangat membutuhkan bantuan gas LPG untuk memasak bahan makanan di posko-posko pengungsian.

Disebutkan Pastika, para pengungsi membutuhkan 1,5 ton gas per hari. Pemprov belum bisa mencairkan dana bencana Rp 4,5 miliar karena terkendala aturan. Dana bencana bisa dicairkan saat Gunung Agung berstatus bencana alam. Sekarang masih status siaga darurat.

Pada kesempatan tersebut, Sales Executive LPG Bali Pertamina Rainier Axel Gultom menjelaskan, ketersediaan gas LPG termasuk BBM di Bali masih aman, yang ada di Depot Manggis dan Pesanggrahan. Terkait bantuan gas LPG untuk pengungsi, Axel Gultom mengatakan, pihaknya sudah turun ke sejumlah posko untuk menyalurkan bantuan gas LPG dan minyak tanah.

“Kami sudah menyalurkan ke posko utama GOR Swecapura, Rendang, Tanah Ampo, Desa Les, Desa Tembok. Itu inisiatif pertamina. Kami belum klaim ke Pemprov maupun Pemerintah Daerah,” ujarnya.

Pihaknya mengaku belum mengetahui di mana saja posko yang membutuhkan bantuan gas. Ia menambahkan pihaknya juga sudah menyalurkan melalui CSR  Rp 165 Juta yang diarahkan di Posko yang ada di Rendang, pada Jumat lalu.

Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Bali I Nengah Tamba meminta pihak Pertamina untuk berkoordinasi dan menyalurkan bantuannya ke Posko Komando penanganan bencana alam di Tanah Ampo, Karangasem.

“Bantuan disalurkan ke Posko Tanah Ampo. Nanti dari Tanah Ampo disalurkan ke posko-posko yang membutuhkan,” kata Tamba.

Bakal calon anggota DPR RI dari partai Demokrat ini juga meminta Pertamina agar bantuan CSR maupun donasi langsung dalam bentuk gas LPG.

“Pengungsi sangat membutuhkan bantuan gas untuk memasak. CSR langsung saja dalam bentuk gas, disalurkan ke Tanah Ampo. Posko-posko mana saja yang membutuhkan gas, nanti dari Posko Tanah Ampo yang salurkan,” kata Tamba saat dikonfirmasi lebih lanjut usai rapat.

Sementara itu, saat dikonfirmasi lebih lanjut terkait pernyataan Gubernur Pastika, Axel Gultom mengatakan pihaknya akan koordinasi lebih lanjut dengan Pemprov Bali. Sebab, menurut dia, pihaknya belum mendapat informasi yang pasti jumlah gas LPG ya g dibutuhkan.

Saat ditanya lebih lanjut soal kesiapan Pertamina membantu 1,5 ton gas per hari dalam bentuk CSR maupun donasi, ia tak langsung menyatakan kesiapannya. Axel Gultom mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Pemprov Bali dan Pemkab Karangasem terkait anggarannya.

“Kami akan koordinasi terkait anggaran dan posko-posko yang membutuhkannya,” kata Axel Gultom.(drn)