Sidang Gugatan terhadap Mentan Sarat Rekayasa

oleh
Menteri Pertanian Amran Sulaiman. (Ist)
banner 300250

Jakarta, suarabali.com – Sidang lanjutan gugatan terhadap Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman terkait pemecatan salah seorang pegawai negeri sipil (PNS) dinilai penuh dengan rekayasa. Sidang yang digelar di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta, Kamis (26/7/2018) memasuki jawaban pihak penggugat.

Dalam sidang yang dipimpin Majelis Hakim Susilowati, tergugat meminta bantuan Majelis Hakim Sri Wijayanti sebagai saksi. Namun, saksi tidak dapat hadir dengan alasan saksi yang dimohonkan penggugat merupakan kuasa hukum dari tergugat, sehingga yang bersangkutan tidak bisa hadir sebagai saksi fakta karena sudah masuk sebagai para pihak yang bersengketa atau sebagai penerima kuasa dari tergugat.

Kuasa Hukum penggugat Joko S. Dawoet mengatakan ketidak-hadiran saksi menurut surat yang disampaikan kepada Mejelis Hakim oleh tergugat disebabkan adanya konflik kepentingan, sebab saksi sebagai kuasa hukum pihak tergugat.

“Memang ini, semua sudah di-setting seolah-olah kuasa hukum tidak bisa menjadi saksi. Padahal, saksi yang kita harapkan dan bisa membuka tabir apa yang sebenarnya terjadi, karena saksi ini adalah saksi kunci,” jelasnya.

Yang jelas, menurut Jok, surat pernyataan itu oleh kliennya tidak pernah diberikan atau ditujukan kepada siapa-siapa, kenapa dia bisa mengeluarkan surat seperti itu yang ditujukan ke Biro Organisasi Kepegawaian (BOK) yang seharusnya ada proses.

“Karena saksi ini sebagai atasan klien saya,” terangnya, Senin (30/7/2018).

Menanggapi hal itu, kuasa hukum tergugat, Roi, mengatakan tidak dapat hadirnya saksi kunci ini, asas yang tidak bisa dipungkiri nanti ada konflik kepentingan, bagamana nanti kalau pihak penggugat dirugikan, karena saksi ini yang memanggil pihak penggugat.

“Tergugut adalah menteri, maka pejabat yang membidangi di bawahnya jika menteri digugat otomatis dia akan menjadi wakilnya dan itu memang sudah alurnya dan tidak ada istilah di-setting. Itu tidak ada,” pungkasnya . (tjg)