Setahun Kepemimpinan Mahayastra, Gianyar Raih IPKM Tertinggi di Indonesia

oleh
Bupati Gianyar I Made Agus Mahayastra saat menyerahkan bantuan kepada warga kurang mampu, Selasa, (3/12/2019). (Ist)
banner 300250

Gianyar, suarabali.com – Pemerintah Kabupaten Gianyar kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Kali ini, kabupaten yang dipimpin Bupati I Made Mahayastra bersama wakilnya, Anak Agung Gde Mayun, ini meraih Indeks Pembangunan Kesehatan Masyarakat (IPKM) tertinggi tingkat kabupaten/kota se-Indonesia dengan nilai 0,7470. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI resmi mengeluarkan IPKM 2018 pada Senin, 15 Juli 2019.


IPKM dihasilkan dari penilaian 30 indikator yang masuk dalam tujuh sub-indeks penilaian, yaitu kesehatan balita, kesehatan reproduksi, perilaku kesehatan, pelayanan kesehatan, penyakit tidak menular, penyakit menular, dan kesehatan lingkungan. Peraihan IPKM tertinggi menunjukkan pembangunan kesehatan di Gianyar sangat baik.

IPKM dikeluarkan Kementerian Kesehatan untuk melihat perkembangan status kesehatan masyarakat kabupaten dan kota di Indonesia. IPKM juga berfungsi mengetahui pencapaian kesehatan di suatu wilayah. IPKM menjadi satu indikator kunci yang menggambarkan sampai pada tingkat kabupaten/kota.

IPKM dapat dimanfaatkan oleh pemerintah pusat untuk memberikan advokasi masalah spesifik ke pemerintah daerah. Sedangkan untuk pemerintah daerah bisa digunakan sebagai bahan evaluasi dan perbaikan kinerja program di masing-masing daerah.

Bupati Gianyar Made Mahayastra mengapresiasi capaian ini. Menurut dia, prestasi ini membuktikan keberhasilan kepemimpinannya di bidang kesehatan.

Astungkara masyarakat Gianyar, bisa tetap hidup sehat dan menjaga lingkungan yang sehat. Dengan kesehatan yang baik, masyarakat bisa melakukan semua aktivitas, yang mana semua bisa berujung pada peningkatan kualitas hidup, kesejahteraan,” ujar Mahayastra.

Mahayastra bersama wakilnya memang memfokuskan pada pembangunan fisik pada tahun pertama pemerintahannya. Di antaranya, di bidang kesehatan dimana realisasi anggarannya mencapai Rp 41,32 miliar untuk pembangunan dan revitalisasi fasilitas-fasilitas kesehatan.

“Kita meneruskan pembangunan RSUD Sanjiwani yang akan kita jadikan sebagai rujukan rumah sakit terbaik di Bali timur, juga pembangunan rumah sakit tipe C di Payangan,” jelas Mahayastra.

Tidak hanya fisik, pembangunan bidang kesehatan juga dibarengi dengan pembangunan SDM-nya. (*)