Selain Gadaikan Istri, Suami di Lumajang Ini Juga Jual Anak

oleh
Kapolres Lumajang AKBP M. Arsal Sahban ketika meminta keterangan dari Hartono (38) dan Lasmi (34) dalam kasus dugaan suami gadaikan istri, Jumat (14/6/2019). (Ist)
banner 300250

Surabaya, suarabali.com – Kasus pembunuhan dengan korban salah sasaran di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Selasa (11/6/2019) memasuki babak baru dalam penyelidikan.

HO (43) yang merupakan pelaku utama atas terbunuhnya Hola (34), ternyata pernah menjual anak lelakinya kepada orang lain saat anaknya berumur 10 bulan. Hal ini sesuai dengan pengakuan istirnya, Lasmi, yang menyebutkan bahwa HO telah menjual anak mereka kepada seorang pria bernama Sahar.

Kasus yang juga mengarah ke human trafficking (perdagangan manusia) ini masih didalami oleh Tim Cobra Polres Lumajang. Selain itu, kasus ini ternyata juga terangkai dengan pemalsuan surat identitas anak. Sebab, anak tersangka HO yang dibawa oleh Sahar, dibuatkan surat lahir yang seakan-akan dilahirkan oleh Sukaesih, istri Sahar.

“Pemalsuan surat ini sudah diakui juga oleh Kepala Desa Sombo. Tapi, pihak kepolisian belum menetapkan tersangka dalam kasus ini,” kata Kapolres Lumajang AKBP Muhammad Arsal Sahban, Kamis (20/6/2019).

Berdasarkan pengakuan Sahar, menurut Kapolres, HO dulu memang memiliki hutang sebesar Rp 500 ribu. Namun, pernyataan tersebut dibantah oleh Hori.

“Pelaku mengatakan ia menitipkan anaknya agar diasuh serta di sekolahkan ke Jawa, mengingat Pak Sahar dan istrinya akan pulang ke Pulau Jawa,” jelas Arsal.

Lasmi mengaku mengetahui saat HO memberikan anak tersebut agar hutang suaminya dapat dihapuskan. HO tak berdiskusi terlebih dahulu dengan dirinya.

Di samping itu, kepala desa beralasan ia membantu menguruskan surat lahir sebagai dasar pembuatan kartu keluarga semata-mata untuk masa depan si anak tersebut. (*)