Sektor Pertanian Sumbang 14,34 % PDRB Bali

oleh
Sektor pertanian menopang perekonomian Bali. (Ist)
banner 300250

Denpasar, suarabali.com – Sektor pertanian yang meliputi tanaman pangan, perkebunan, dan peternakan memegang peranan penting dalam pembangunan di Provinsi Bali. Kontribusi sektor pertanian dalam Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Bali tercatat sebesar 14,34 %. Angka itu terbesar kedua setelah lapangan usaha akomodasi sebesar 23,40 %.

Demikian disampaikan Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta saat membuka Rapat Koordinasi Pelaksanaan Program Upaya Khusus (UPSUS) Swasembada Padi, Jagung, Bawang, dan Cabai (PAJALE BABE) Masa Tanam Oktober 2017 – Maret 2018, di Kantor Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan Provinsi Bali, Senin (11/12).

Menurut Sudikerta, peran sektor pertanian yang cukup strategis dalam menopang pertumbuhan ekonomi, menekan inflasi, penanggunalangan kemiskinan dan pengangguran, serta penyediaan pangan. “Sektor pertanian untuk saat ini dan pada waktu yang akan datang akan tetap menjadi prioritas,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Sudikerta juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada jajaran Kodam IX/Udayana, Korem 163/Wirasatya, dan para Dandim atas dukungan dan kerjasamanya dalam menyukseskan program UPSUS Swasembada PAJALE BABE di Provinsi Bali.

Menurut dia, pelaksaan UPSUS yang selama ini berkoordinasi dengan jajaran TNI AD dilaksanakan secara intensif sejak tahun 2015 dan akan dilanjutkan pada musim tanam tahun berikutnya.

Sudikerta berharap pendampingan jajaran TNI tidak saja pada pelaksanaan program UPSUS PAJALE BABE, tetapi lebih luas meliputi berbagai program pembangunan di bidang pertanian. Di antaranya, pengembangan infrastruktur pertanian, pengawalan distribusi sarana produksi pertanian, dan mobilisasi peralatan mesin pertanian.

Selain itu, pendampingan jajaran TNI juga dibutuhkan untuk membantu penanggulangan serangan hama penyakit tanaman, koordinasi pelaksanan program asuransi usaha tani padi, serta berbagai kegiatan lainnya.

“Dengan kerja sama yang saling terkait antar satu dengan yang lainnya ini diharapkan dapat membangun produk pertanian di Provinsi Bali semakin unggul,” kata Sudikerta.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bali, Ida Bagus Wisnuardhana, melaporkan pencapaian luas tanam bulan Januari hingga Oktober 2017. Untuk komoditas padi, capaiannya 73,32 %, jagung 44,73 %, kedelai 58,96 %, bawang 76,57 %, dan cabai 74,35 %.

Jika dibandingkan dengan periode Januari – Oktober 2016, kata dia,  luas tanam padi tahun ini menurun 6,12 %, luas tanam jagung meningkat 12,77 %, luas tanam kedelai menurun 28,88 %, luas tanam bawang meningkat 14,46%, dan luas tanam cabai meningkat 29,10 %.

Untuk itu, Wisnuardhana berharap pada masa tanam 2018, kerja sama antara pemerintah, petani, dan TNI dapat lebih diintensifkan. Sehingga, target luas tambah tanam PAJALE BABE di Provinsi Bali dapat ditingkatkan. (Sir)