Portugal Usulkan Bahasanya Digunakan di Sidang IPU, Fadli Zon Juga Usulkan Bahasa Indonesia

oleh
Fadli Zon. (Ist)
banner 300250

Jakarta, suarabali.com – Parlemen Portugal mengusulkan bahasa Portugis untuk menjadi bahasa kerja pada pelaksanaan sidang Inter Parliamentary Union (IPU) yang akan digelar di Jenewa, Swiss, pada Oktober 2018.

Usulan itu diungkapkan Duta Besar Portugal untuk Indonesia, Rui Fernando Sucena Do Carmo, saat bertemu Wakil Ketua DPR Fadli Zon di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (19/3/2018).

“Mereka menyampaikan usulan dari Parlemens Portugal untuk sidang IPU yang akan datang di Jenewa, agar menggunakan bahasa Portugis sebagai bahasa kerja. Sehingga, ada konsekuensi terhadap perubahan AD/ART dari IPU itu sendiri,” ungkap Fadli.

Politisi Gerindra ini menyampaikan akan meneruskan usulan tersebut untuk kemudian diambil keputusan bersama melalui rapat pleno. “Usulan tersebut disampaikan pada kami. Dan, kita akan diskusikan positioning Indonesia ke depan. Nanti akan di-voting pada IPU. Ini semua negara peserta hadir di sana. Atas usulan tersebut dibahas dalam sidang pleno,” lanjut Fadli.

Meski demikian, Fadli juga akan mengusulkan agar bahasa Indonesia juga digunakan sebagai bahasa kerja dalam sidang IPU. Mengingat, jumlah penduduk Indonesia yang cukup banyak dan digunakan juga bahasa serupa di tiga negara, yakni Malaysia, Singapura, dan Indonesia.

“Saya tadi langsung spontan, ya kenapa tidak bahasa Indonesia juga menjadi bahasa kerja di IPU. Karena bahasa Indonesia ini ada 3-4 negara yang menggunakannya. Jadi, kalau ditotal ada 300 juta orang lebih yang menggunakan,” tutup Fadli. (Sir)