Polwan Cantik Ini Jago Nembak, Ini Prestasinya

oleh
Briptu Anastasia Jeany Ratnasari. (Ist)
banner 300250

Denpasar, suarabali.com – Di balik wajahnya yang cantik dan ayu, polisi wanita (polwan) ini ternyata jago menembak. Belum lama ini, Briptu Anastasia Jeany Ratnasari meraih juara ketiga kategori Executive Perorangan dan juara pertama kategori Executive Beregu kejuaraan menembak Polwan Cup-3 di Lapangan Tembak Hoegeng Imam Santoso Korbrimob Polri, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat.

Prestasi tersebut tentunya menambah koleksi medali yang dimiliki Polwan cantik yang dipercaya menjadi ajudan Ibu Kapolda Bali ini.

Di kategori Executive Beregu, Briptu Jeany satu tim dengan Iptu Ni Putu Wila Indrayani dan Bripka Ni Luh Putu Aprinayanti. Mereka mengumpulkan 537 poin dan menjadi nilai tertinggi, sehingga mengantarkannya menjadi juara di kategori ini.

Segudang prestasi dimiliki gadis berzodiak Capricorn ini. Dia pernah meraih juara pertama di kejuaraan menembak Kapolda Bali Cup 2017 dan 2018. Kemudian, meraih juara kedua di Event Commisioner of Bali Police IPSC Level 2 Kategori Ladies Production dan meraih juara pertama di kejuaraan menembak pistol memperebutkan Piala Ibu Asuh Polwan RI 2018 di Lapangan Tembak Pecatu Bhayangkara Shooting Range, Kuta Selatan, Badung.

Anak dari pasangan Krisdiyanto dan Nuryani ini juga pernah meraih juara pertama IPSC Level 1 Kategori Ladies Production di Jogjakarta. Prestasi lainnya, juara kedua di Event Commisioner of Bali Police IPSC Level 3 Kategori Ladies Standard.

“Saya sangat bersyukur atas perolehan dua medali di ajang ini, yaitu juara pertama menembak di kategori Executive Beregu dan juara ketiga di kategori Executive Perorangan. Hasil evaluasi, saya harus melaksanakan latihan lebih keras untuk mendapatkan hasil yang lebih baik lagi,” kata Briptu Jeany.

Dara kelahiran 29 Desember 1995 ini mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kapolda Bali Irjen Pol. Petrus Reinhard Golose yang sudah mendukung, memfasilitasi, dan memberikan kesempatan untuk para Polwan menyalurkan bakat dan kemampuannya di bidang menembak.

Wanita beruisa 24 tahun ini menilai, menembak merupakan cabang olahraga yang memerlukan keterpaduan yang baik antara aksi dan reaksi. Seorang atlet harus mampu berkonsentrasi tinggi, mengendalikan diri serta berani mengambil keputusan secara cepat dan tepat, namun tetap memperhatikan keamanan dirinya dan orang lain.

Polri sebagai pengemban fungsi pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat sangat membutuhkan kemampuan menembak dalam pelaksanaan tugasnya. “Dalam menjaga NKRI tidak selalu harus laki-laki. Melalui ajang lomba menembak ini, Polwan tidak kalah dari Polki bilamana bertugas di lapangan untuk menjaga NKRI,” ujarnya. (*)