Polsek Denpasar Barat Ringkus Dua Bandit yang Videonya Viral di Medsos

oleh
Cristover alias Cristo (26) dan Made Juniarta alias Polos (24), pelaku penganiayaan. (Foto: Mkf)
banner 300250

Denpasar, suarabali.com – Masih ingat ulah dua pemuda yang melakukan penyerangan di Minimart? Kamera CCTV yang merekam aksi dua pemuda itu sempat viral di media sosial. Kini, dua pemuda yang diketahui bernama Cristover alias Cristo (26) dan Made Juniarta alias Polos (24) telah meringkuk di tahanan Mapolsek Denpasar Barat.

Menurut Kanit Reskrim Polsek Denpasar Barat Iptu Aan Saputra, kedua pemuda itu melakukan penyerangan di Minimart di Jalan Diponegoro, Denpasar. Kedua pelaku melukai paha kiri dan jari tangan Ragil Yuda Tri Prasetyo (20) dan mencuri ponsel milik Made Sutrisna Adi Putra.

“Penangkapan keduanya bukan berdasarkan video yang beredar di medsos. Namun, ada informasi penganiayaan yang menimbulkan korban luka. Setelah kami mendapat rekaman CCTV di TKP, kami melakukan pengejaran,” kata Iptu Aan Saputra di Mapolsek Denpasar Barat, Rabu (3/1/2018).

Kurang dari 24 jam pasca penyerangan, Tim Opsnal yang dipimpin Panit Buser Ipda Nengah Seven Sampeyana membekuk kedua pelaku di Jalan Imam Bonjol dan Jalan Pulau Sebatik, Dauh Puri Klod, Denpasar Barat, Selasa (2/1/2018) sekitar pukul 14.30 WITA.

Sebelum beraksi, kedua pelaku yang merupakan residivis jambret tersebut sempat menenggak minum keras di Kafe Sanura di Jalan Sedap Malam, Denpasar Selatan.

“Mereka kemudian pulang lewat Jalan Diponegoro. Tiba di Circle K, keduanya menghampiri dua pengunjung. Mereka kemudian menyerang dengan menggunakan pisau,” jelas Iptu Aan Saputra.

Di bawah pengaruh alkohol, kedua berandalan itu melanjutkan aksinya di Circle K di Jalan Gunung Agung, Denpasar Barat. Modusnya sama, pelaku menyerang pengunjung toko modern dengan berpura-pura mencari orang yang mengganggu adiknya.

“Cristo ini baru bebas dari LP Kerobokan 7 bulan lalu dalam kasus jambret. Pelaku juga mengaku sudah pernah ditangkap Polsek Denpasar Timur, Polsek Denpasar Selatan, dan Polresta Denpasar,” ujar Iptu Aan Saputra.

Kepada petugas di Mapolsek Denpasar Barat, Cristo mengaku nekat membawa pisau lipat untuk berjaga-jaga karena punya banyak musuh.

“Mereka dijerat pasal berlapis, Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan dan Pasal 362 KUHP tentang pencurian. Kemudian terkait senjata tajam, kami menjeratnya dengan Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara,” ujarnya. (Mkf/Sir)