Polri Antisipasi Penyebaran Hate Speech yang Merusak Persatuan

oleh
Karo Multimedia Divhumas Polri Brigjen Pol. Rikwanto. (Ist)
banner 300250

Jakarta, suarabali.com – Karo Multimedia Divhumas Polri Brigjen Pol. Rikwanto mengatakan media sosial seharusnya dimanfaatkan untuk menjaga persatuan dan kesatuan, bukan untuk menyebarkan ujaran kebencian (hate speech).

Rikwanto menyampaikan hal itu saat menjadi pembicara dalam kegiatan bertema ‘Antisipasi Penyebaran Hate Speech dalam Rangka Menjaga Persatuan dan Kesatuan’ di Lounge Adhi Pradana STIK-PTIK, Jakarta Selatan, Kamis (14/12/2017).

Kegiatan yang dilakukan Karo Multimedia Divhumas Polri ini terkait banyaknya penyebaran ujaran kebencian, hate speech, hate crimes, cyber harassement, dan cyberstalking padaera perkembangan digitalisasi seperti saat ini.

Rikwanto menekankan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan melalui berbagai cara, di antaranya melalui media sosial. Sebab, pada era globalisasi teknologi informasi, mayoritas negara dan warga masyarakat tidak bisa menghindar dari digitalisasi yang semakin menguasai kehidupan manusia.

“Hampir tiap hari, muncul berbagai unggahan di media sosial tanpa sensor, bahkan sudah direkayasa,” kata Rikwanto.

Menurut jenderal bintang satu kelahiran Medan tersebut, semua bentuk hoax terus muncul dan berkembang, sehingga sulit dihindari.

Hoax muncul dalam berbagai bentuk berita, video, ceramah, gambar, meme, dan cuitan yang berpotensi merusak sendi-sendi bernegara, kemajemukan bangsa, dan harmoni sosial bangsa Indonesia,” ucapnya.

Rikwanto berharap seluruh masyarakat Indonesia dapat menjaga kemajemukan serta harmoni sosial bangsa Indonesia.

Rikwanto juga meminta institusi Polri bisa cepat beradaptasi dengan lingkungan serba-digital yang juga berkembang cepat.

“Adaptasi atau kelenturan institusi kepolisian diperlukan dalam rangka efektivitas dan efisiensi pelaksanaan tugas, terutama dalam merespon dua persoalan mendasar yang menjadi tugas dan peran kepolisian, yaitu memelihara ketenteraman dan penegakan hukum terkait penyebaran hate speech atau hate crimes lainnya di Indonesia,” ucap Rikwanto. (Sir)