Polres Jembrana Tangkap 9 Pemilik Sabu dan Ganja

oleh
Para tersangka kasus narkoba yang ditahan di Mapolres Jembrana. (Ist)
banner 300250

Jembrana, suarabali.com – Satuan Reserse Narkoba Polres Jembrana menangkap sembilan orang, karena memiliki narkoba jenis sabu dan ganja. Kini, mereka terpaksa mendekam di balik jeruji besi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Kapolres Jembrana AKBP I Ketut Gede Adi Wibawa pihaknya berhasil mengungkap dua kasus narkotika dengan jumlah tersangka sebanyak sembilan orang. Meningkatnya jumlah tersangka yang ditangkap menjadi bukti bahwa peredaran narkoba di Bali sudah masuk ke pelosok-pelosok desa.

Tim Opsnal Satres Narkoba Polres Jembrana menangkap Ainul Rofik (31) di Jalan Danau Sentani, Lelateng, Negara pada Jumat (25/10/2019). Pria beralamat di Banjar Munduk Ranti, Melaya, ini ditangkap saat hendak transaksi narkotika jenis sabu.

“Dari tangan Rofik, polisi menyita barang bukti berupa satu paket sabu seberat 0,38 gram,” ucap Kapolres Jembrana AKBP I Ketut Gede Adi Wibawa.

Kemudian Tim Opsnal Satres Narkoba Polres Jembrana melakukan penggeledahan rumah milik I Ketut Anugraha di Desa Penyaringan, Mendoyo pada Sabtu (2/11/2019) sekitar pukul 16.00 WITA. Hasilnya, polisi mengamankan delapan orang yang sedang pesta ganja.

Kedelapan pelaku tersebut, antara lain Richard Wahyu Pradiyantono (21) asal Bekasi, Muhammad Diansa (20) asal Jakarta Barat, Petrus Ridanto Busono Raharjo (42) asal Bantul, Muhammad Ali Nurdin (27) asal Medan, Mahmul Arbiansyah (20) asal Bekasi, I Ketut Anugraha (49) asal Mendoyo, I Gede Dody Suhendra (37) asal Pekutatan dan I Gede Juliada Negara (31) asal Desa Dangin Tukadaya, Jembrana.

“Adapun barang bukti yang diamankan polisi, yaitu tiga buah tas plastik yang berisi daun, batang dan biji kering yang diduga Narkotika jenis ganja seberat 1.984 gram, 1 buah plastik berisi cairan yang diduga ekstrak cair daun ganja dengan berat 66 gram dan 1 buah timbangan,” beber Kapolres.

Perwira asal Tabanan ini menjelaskan, untuk tersangka Rofik dikenakan Pasal 112 ayat (1) dan Pasal 127 ayat (1) UU RI No. 35 tahun 2009 tetang narkotika. Sedangkan untuk 8 tersangka yang ditangkap di Desa Penyaringan dijerat dengan Pasal 111 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) dan Pasal 127 ayat (1) UU RI Tahun 2009 tentang Narkotika jo Pasal 55 KUHP.

“Narkoba adalah musuh kita bersama. Untuk itu, penanganannya harus dilakukan secara terpadu. Kami mengimbau kepada para orang tua agar lebih ekstra mengawasi pergaulan dan perilaku anak-anaknya, sehingga tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba,” imbau perwira melati dua di pundak ini. (*)