Polisi Tangkap Empat WNA Terkait Kasus Skimming di Denpasar

oleh
Empat warga Bulgaria ditangkap polisi terkait kasus skimming di Denpasar. (Ist)
banner 300250

Denpasar, suarabali.com – Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Bali berhasil mengungkap kasus cyber crime berupa akses ilegal. Pengungkapan kasus tersebut diawali dengan kegiatan cyber patrol dan penyelidikan terhadap keberadaan dan aktivitas warga negara asing yang dicurigai sebagai pelaku kejehata siber.

Dirkrimsus Polda Bali Kombes Pol Yuliar Kus Nugroho mengatakan Polda Bali berhasil mengungkap kasus ilegal akses berkat adanya kerja sama dengan pihak bank yang di-back up oleh Satgas CTOC Polda Bali.

Penyedilikan diawali dengan patrol bersama ke beberapa ATM di seputaran Denpasar dan sekitarnya. Dari hasil patroli ditemuka beberapa aksesoris ATM Bank yang rusak. Berdasarkan hasil penyelidikan dan informasi dari berbagai pihak, pada Sabtu, 28 Agustus 2019 dan pada Selasa, 3 September 2019.

Yuliar menjelaskan, pada 28 Agustus 2019, anggota Subdit Siber bersama pihak bank melaksanakan patroli ke beberapa lokasi ATM dan menemukan beberapa aksesoris ATM yang rusak, sehingga dilakukan pengecekan CCTV dan terlihat rekaman CCTV orang berkewarganegaraan asing membongkar dan memasang alat pada lampu mesin ATM Bank.

Setelah dilakukan pengecekan, ditemukan adanya kamera tersembunyi (hidden camera) yang merupakan alat yang digunakan oleh pelaku skimming. Berdasarkan temuan tersebut personil Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Bali dipimpin Kanit 1 Kompol I Wayan Wisnawa Adiputra, bersama dengan pihak bank melakukan pemantauan terhadap mesin ATM tersebut dan terpantau ada orang asing dengan ciri-ciri yang sama masuk ke dalam ruang ATM.

“Pada saat pelaku melakukan pemasangan alat di mesin ATM langsung dilakukan penangkapan,” ujar Yuliar.

Penangkapan pelaku illegal akses pada 28 Agustus 2019 dikembangkan oleh Subdit Siber. Pada Senin, 2 September 2019, diperoleh informasi dari pihak bank bahwa terdapat beberapa orang asing yang diduga melakukan illegal akses pada beberapa mesin ATM yang berada di wilayah Denpasar dan wilayah lainnya.

Setelah dilakukan pengecekan pada sistem bank ditemukan transaksi di beberapa mesin ATM yang diduga dilakukan oleh orang asing dengan menggunakan kartu ATM yang bukan peruntukannya atau kartu lain yang menyerupai ATM.

Berdasarkan informasi tersebut, selanjutnya personil Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Bali melakukan penyelidikan terhadap tempat tinggal WNA yang dicurigai di wilayah Sanur, Denpasar Selatan. Setelah ditemukan tempat tinggalnya, ketiga WNA tersebut langsung dilakukan penggeledahan.

Dari hasil penggeledahan ditemukan beberapa kartu serupa ATM yang setelah dilakukan pengecekan oleh pihak bank, ternyata memuat data berupa nomor kartu yang berbeda atau tidak sesuai dengan data nomor kartu yang tertera di kartu, dimana kartu-kartu tersebut pernah digunakan oleh pelaku untuk melakukan transaksi illegal di beberapa mesin ATM Bank di wilayah Denpasar dan sekitarnya.

“Selanjutnya dilakukan penangkapan terhadap ketiga warga negara asing tersebut untuk proses penyidikan lebih lanjut. Dari hasil investigasi, para pelaku mengaku tidak saling kenal. Namun demikian, penyidik masih melakukan penyelidikan apakah ada keterkaitan di antara mereka,” paparnya.

Adapun tersangka kasus skimming, yaitu Stoyanov Georgi Ivanov (43), Filip Aleksandrov (45), Boycho Angelov (41), dan Stoyan Vladimirov (37). Barang bukti yang ditemukan berupa satu HP merek Oppo, passpor milik tersangka, empat hidden camera, satu buah router, 20 kartu debit/kredit palsu, 690 bungkus kartu flash BCA tanpa kartu, uang Rp 50 juta, 5.285 Euro, 223 Ringgit, 20 dolar AS, 1 buah cardreader, 1 buah modem, 1 buah mesin hitung uang, 1 buah laptop, 8 buah HP, 1 unit mobil Avanza, 1 unit motor NMax, 3 buah helm, dam 1 buah plat kendaraan.

Para tersangka dijerat dengan Pasal 30 jo Pasal 46 Undang-undang No. 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-undang No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) jo Pasal 55 KUHP, dengan ancaman hukuman maksimal 8 tahun penjara. (*)