Polisi Bujuk Warga Tinggalkan Zona Berbahaya Gunung Agung

oleh
AKP I Nengah Sukerna saat membujuk warga untuk meninggalkan zona berbahaya Gunung Agung. (Ist)
banner 300250

Karangasem, suarabali.com – Jajaran Polres Karangasem bersama Brimob Polda Bali masih melakukan penyisiran di kawasan rawan bencana zona tiga (zona terdekat Gunung Agung) di Karangasem, Bali. Baru-baru ini, polisi melakukan pengamanan di wilayah yang ditinggal pengungsi.

Sebanyak 10 mobil patroli menerjang jalan yang bergelombang sekitar pukul 22.00 WITA. Terlihat banyak rumah-rumah yang kosong, karena penghuninya mengungsi.

Saat melakukan patroli, polisis masih menemukan sejumlah warga yang tetap bertahan di tempat tinggal masing-masing.

Sempat terjadi perdebatan antara polisi dengan warga. Kasat Sabhara Polres Karangasem AKP I Nengah Sukerna meminta kepada Gede Suwanda untuk meninggalkan rumahnya dan mengungsi ke tempat yang sudah disiapkan.

“Kami meminta kepada bapak (Gede Suwanda) untuk mengungsi, karena ini berada di zona rawan bencana,” pinta Sukerna.

Meski sudah diimbau pihak kepolisian, Gede Suwanda tetap memilih menetap di rumahnya. Alasannya, Gede Suwanda merasa tidak enak berada di pengungsian. “Suasana di pengungsian tidak nyaman. Suasana di Gunung Agung dari dulu begini aja,” ujar Gede.

Meski demikian, Gede berterima kasih kepada kepolisian yang sudah mengingatkan warga untuk menetap di pengungsian. “Selaku masyarakat berterima kasih, kami punya logika tersendiri, sehingga kami masih bertahan di rumah,” tutur Gede.

Hal itu ditanggapi Sukerna dengan penuh kesabaran. Menurut dia, pihak kepolisian hanya bisa memberikan nasihat kepada masyarakat. “Kami pun tidak bisa memaksa, sepenuhnya kehendak masyarakat,” kata Sukerna. (Sir)