Polda Bali Kerahkan 5.630 Personel untuk Pengamanan Pawai Ogoh-ogoh

oleh
Sebanyak 5.630 personel Polda Bali siap mengamankan pawai ogoh-ogoh. (Ist)
banner 300250

Denpasar, suarabali.com – Pawai ogoh-ogoh akan digalar pada malam pengrupukan atau sehari sebelum perayaan Hari Raya Nyepi. Polda Bali akan mengerahkan 5.630 personel untuk mengamankan jalannya kegiatan tersebut.

Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol. Hengky Widjaja mengatakan dalam pengamanan pawai ogoh-ogoh, pihaknya akan mengedepankan pendekatan preventif yang didukung dengan kegiatan preemtif, intelijen, dan penegakan hukum.

Menurut Hengky, Polda Bali akan melakukan pengamanan secara all out mengingat perayaan Hari Raya Nyepi tahun ini bersamaan dengan tahap kampanye Pilkada Serentak 2018, sehingga situasi tetap aman dan kondusif.

“Ada 6.347 ogoh-ogoh di seluruh Bali yang akan diarak pada saat malam pengrupukan. Pengamanannya di-back up sekitar 22 ribu pecalang se-Bali bersama stakeholders lainnya,” kata mantan Kasat Reskrim Polres Gianyar ini.

Perwira lulusan Akpol tahun 1993 ini mengimbau masyarakat agar pawai ogoh-ogoh tidak diwarnai kekerasan atau tindak pidana. “Seluruh masyarakat Bali dimohon ikut serta menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing dengan saling menghormati dan menghargai antar-umat beragama,” imbuhnya.

Rangkaian kegiatan Hari Raya Nyepi di Bali sudah mulai terlihat. Sebagian besar umat Hindu melaksanakan Upacara Melasti mulai tanggal 13 sampai 15 Maret 2018. Pada saat Melasti, umat Hindu akan menyucikan sarana upacara ke pantai atau sumber mata air.

Kemudian pada 16 Maret 2018, masyarakat akan melaksanakan Upacara Tawur Agung Kesanga (Penyucian Alam Semesta) yang dilanjutkan dengan mengarak ogoh-ogoh.

Selanjutnya pada 17 Maret 2018, masyarakat akan merayakan Hari Raya Nyepi dengan melaksanakan Catur Brata Penyepian. Keesokan harinya, seluruh umat Hindu akan melaksanakan Ngembak Geni. (Sir)