Pilgub Jabar 2018, PAN, Demokrat dan PKS Sepakat Usung Deddy Mizwar

oleh
Deddy Mizwar dijagokan tiga partai (PAN, Demokrat, PKS)jadi calon Gubernur Jabar pada Pilgub 2018. (Foto Ist)
banner 300250

Bandung, suarabali.com – Tiga partai sepakat mengusung Deddy Mizwar (Demiz) sebagai calon gubernur (Cagub) di pemilihan gubernur (Pilgub) Jawa Barat 2018. Ketiganya adalah PAN, Demokrat, dan PKS.

Kesepakatan dicapai setelah para petinggi ketiga partai di tingkat Jabar dan Demiz, melakukan pertemuan di Bandung, Jabar, Senin (20/11/2017) malam.

“Kita sudah sepakat (mengusung Demiz sebagai cagub),” kata Ketua Harian DPW PAN Jawa Barat Hasbullah Rahmad saat dihubungi wartawan, Selasa (21/11/2017).

Setelah sepakat di tingkat Jabar, ketiga partai akan segera menyampaikan usulan pengusungan Demiz ke DPP-nya masing-masing, dan diharapkan dalam waktu dekat,  DPP-DPP itu telah mengeluarkan rekomendasi yang sejalan dengan usulan mereka, sehingga bersama bisa segera dilakukan.

Hasbullah mengakui, ada sejumlah alasan mengapa partainya, juga Demokrat dan PKS sepakat mengusung aktor yang juga masih berstatus wagub Jabar tesrbut. Di antaranya, masih banyak masalah di Jabar yang diyakini bisa diselesaikan oleh Demiz.

“Kang Demiz sudah berpengalaman lima tahun mendampingi Kang Aher (Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan). Tentu di pikiran beliau sudah punya rekam jejak mana (program) yang bisa aplikatif untuk lima tahun berikutnya dan mana yang belum terangkat dalam lima tahun terakhir. Itu jadi fokus perhatian,” jelasnya.

Selain itu, ketiga partai itu menurutnya juga mendengar aspirasi dari masyarakat, tokoh masyarakat, serta pihak lainnya soal sosok yang layak diusung. Alasan berikutnya adalah rekam jejak Demiz sebagai Wagub Jawa Barat sejak 2013.

“Secara kepribadian, Kang Demiz relatif baik dalam konteks perilaku, sikap, kejujuran,” pungkasnya.

Seperti diketahui semula Demiz akan dipasangkan dengan politisi PKS Ahmad Syaiku, namun rencana ini kandas karena Gerindra mendadak menarik dukungan dari aktor yang melejit lewat film “Naga Bonar” itu.

Isu yang berhembus di media sosial menyebut, Gerindra menarik diri karena Demiz getol menolak proyek Kota Meikarta di Cikarang, Bekasi Selatan. Konon, penarkan dukungan terjadi setelah bos Lippo Group, James Riyadi, menemui Hashim Joyohadikusumo, adik ketua umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. (Tjg)