Peserta Pawai Ogoh-ogoh Diminta Tidak Lewati Batas Wilayah Masing-masing

oleh
Ogoh-ogoh. (Ist)
banner 300250

 

Denpasar, suarabali.com – Untuk menghindari bentrok, Polresta Denpasar mengimbau para peserta pawai ogoh-ogoh pada malam pengerupukan yang jatuh pada 16 Maret 2018 tidak melewati batas wilayah masing-masing.

“Kami imbau kepada masyarakat Kota Denpasar dalam pelaksanaan pawai ogoh-ogoh tidak melewati batas wilayah masing-masing. Hal ini untuk menghindari bentrokan fisik di lapangan,” kata Wakapolresta Denpasar AKBP Nyoman Artana di Denpasar, Selasa (13/3/2018).

Selain itu, Artana juga meminta masyarakat yang mengiringi ogoh-ogoh tidak menggunakan musik keras seperti musik disko dan sound system. “Kalau musiknya keras-keras, kami khawatir akan menyulut emosi. Lebih baik menggunakan musik gamelan,” ungkapnya.

Sebelum melaksanakan malam pengerupukan, masyarakat juga diminta untuk tidak meminum minuman keras atau minuman beralkohol.

“Kalau itu terjadi, kami khawatir nanti ada ketersingungan, kesalahpahaman yang akan merusak perayaan ogoh-ogoh itu sendiri,”paparnya.

Setelah selesai pawai, Artana meminta para peserta membawa pulang ogoh-ogoh dan membakarnya di tempat masing-masing. Tujuannya, agar tidak mengganggu keindahan Kota Denpasar.

“Pada saat perayaan Nyepi, kita berharap situasi kondusif dan aman,”pungkasnya. (Dsd/Sir)