Peringati Hari Kartini, Ini Harapan Menkes pada Kaum Perempuan

oleh
Peringati Hari Kartini 2018, Menkes berharap peran perempuan menyelesaikan masalah kesehatan. (Ist)
banner 300250

Jakarta, suarabali.com – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menggelar upacara peringatan Hari Kartini 2018 di halaman gedung Kemenkes, Jumat (20/4/2018). Menkes Nila Moeloek sebagai inspektur upacara mengatakan peran perempuan harus bisa ditingkatkan untuk menyelesaikan masalah kesehatan.

“Saya berharap dengan semangat Kartini pada tahun ini, mampu meningkatkan peran dan kontribusi kaum perempuan dalam menyelesaikan permasalahan kesehatan yang dihadapi sebagai wujud nyata pelaksanaan Program Indonesia Sehat melalui Pendekatan Keluarga (PIS-PK),” ucap Nila.

Menkes menambahkan, ada berbagai masalah kesehatan yang kita hadapi, di mana pada tahun ini difokuskan pada tiga prioritas utama, yakni eliminasi TBC, pencegahan dan intervensi stunting, serta peningkatan cakupan dan mutu imunisasi.

Wanita Indonesia saat ini masih bergelut dengan berbagai permasalahan kesehatan. Namun demikian, angka kematian ibu berdasarkan data Survei Penduduk Antar Sensus (Supas) Tahun 2015, sebesar 305 per 100 ribu kelahiran hidup, menurun dari tahun 2010 yang mencapai 346 per 100 ribu kelahiran hidup.

Penurunan tersebut telah mencapai target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2019 yang menetapkan 306 per 100 ribu kelahiran hidup. Data secara absolut juga menunjukan penurunan jumlah kematian ibu, pada tahun 2013 sebanyak 5 ribu menjadi 4.100 pada 2017.

“Walaupun menurun, menurut saya, jumlah kematian ibu masih sangat banyak. Kita perlu lebih intensif lagi mengatasi faktor-faktor yang menjadi penyebab utama terjadinya kematian ibu,” kata Nila.

Selain permasalahan tersebut, berdasarkan data Riskesdas 2013, di Indonesia masih terdapat masalah tingginya angka anemia pada perempuan sebesar 23,9 %, anemia ibu hamil 37,1 %; Kurang Energi Kronik (KEK) pada wanita usia subur 20,8 %, KEK pada ibu hamil 24,2 %, meningkatnya kasus kanker, HIV, dan kekerasan terhadap wanita.
Menkes pun menekankan kepada orangtua harus semakin waspada dengan meningkatnya angka kehamilan pada remaja dan masih tingginya pernikahan usia dini.

“Saya mengimbau agar kaum perempuan mau dan mampu meneladani sosok Ibu Kartini sebagai pejuang sejati bagi keluarga dan lingkungan sekitarnya. Menerapkan gaya hidup sehat, yakni menjaga gizi seimbang, deteksi dini penyakit, serta peningkatan cakupan imunisasi secara lengkap,” ucap Nila.

Dengan menerapkan gaya hidup sehat, lanjut NIla, hal itu dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga, menurunkan angka kesakitan, dan menurunkan beban pembiayaan kesehatan.

“Oleh karena itu, ayo para ibu Indonesia, jadilah yang terdepan dalam mengawal kesehatan bagi diri kita, bagi keluarga kita, bagi lingkungan kita, dan pada akhirnya para ibu menjadi sosok pengawal kesehatan bangsa,” ujar Menkes. (*/Sir)