Pemayun Bantah Adanya Penyimpangan Lelang Jabatan Inspektur Provinsi Bali

oleh
Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Cokorda Ngurah Pemayun. (Ist)
banner 300250

Denpasar, suarabali.com – Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Bali Cokorda Ngurah Pemayun membantah adanya penyimpangan dalam proses seleksi lelang jabatan Inspektur Provinsi Bali. Pemayun menegaskan prosedur seleksi lelang jabatan tersebut sudah dilaksanakan sesuai ketentuan.

“Awalnya terdapat 5 orang calon pelamar. Kemudian, ada tambahan 3 orang sehingga total pelamar menjadi 8 orang. Di tengah perjalanan, 1 orang pelamar mengundurkan diri. Sehingga, masih terdapat 7 orang pelamar. Ketujuh calon tersebutlah yang diuji oleh pansel dalam seluruh tahapan-tahapan yang harus dilalui, di antaranya uji spesialisasi, uji kesehatan, assesment berupa penilaian asesor dimana 5 orang  dari total 7 orang asesor merupakan profesor, bukan orang main-main,” jelas Pemayun, yang juga Ketua Panitia Seleksi, kepada para awak media di ruang Media Centre, Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Selasa (19/12/2017).

Sebelumnya, beredar pemberitaan miring di salah satu media cetak di Bali terkait proses seleksi lelang jabatan  Inspektur Provinsi Bali yang akan memasuki tahap pengumuman hasil. Diberitakan, proses seleksi terdapat permainan dan salah satu calonnya terlibat pencurian mesin mobil.

Pemayun menampik isi pemberitaan tersebut. Dia menegaskan tuduhan adanya penyimpangan itu tidak benar adanya.

“Ada penilaian karya tulis juga, berikutnya wawancara, dan terakhir penilaian rekam jejak, setelah itu baru diumumkan hasil penilaian. Semua tahapan sudah sesuai prosedur. Tidak ada yang bisa mengintervensi para asesor yang merupakan profesor. Jadi, tuduhan itu tidak benar,” cetus Pemayun.

Dia tidak menyangka jawaban kelakar yang disampaikannya di Gedung DPRD Provinsi Bali pada Senin (18/12/2017) lalu akan berbuntut panjang.  “Saat saya ditanya dengan kelakar tentang bau amis pada pansel, ya saya jawab dengan kelakar juga, saya katakan perasan nggak-lah. Mandi saja tiga kali dan pakai parfum. Saya kira cuma sebatas bercanda, ternyata malah panjang jadinya,” imbuhnya.

Terkait adanya oknum yang menyebarkan informasi bahwa salah satu calon kandidat terlibat kasus pencurian yang memengaruhi penilaian jejak rekam kandidat tersebut, menurut Pemayun, juga tidak benar. Setelah mendapat informasi pemberitaan tersebut, dia melakukan penelusuran sebagai bentuk tanggung jawab tugas yang diemban. Dan, berdasarkan SMS gelap berantai yang beredar didapatlah satu nama yang diindikasikan sebagai penyebar informasi.

Orang yang diduga tersebut bernama I Gede Putu Setia Gunawan, PNS yang bertugas di Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).  Pemayun pun menindaklanjuti hasil penelusurannya dengan memanggil I Gede Putu Setia Gunawan untuk mengkonfirmasi kebenaran berita tersebut.

I Gede Putu Setia Gunawan yang turut dihadirkan dalam jumpa pers menjelaskan bahwa berita yang beredar tidak benar adanya. “Saya benar-benar terkejut saat dipanggil Bapak Sekda. Benar-benar tidak terekam di otak saya, karena saya merasa level hirarki saya jauh,” kata Gunawan.

“Tapi, setelah menghadap, saya baru tahu permasalahannya terkait pemberitaan tersebut, kalau saya dibilang sebagai pemberi informasi salah satu kandidat terlibat pencurian. Itu tidak benar, saya tidak pernah memberikan informasi seperti itu. Silakan masukin saya dikoran, tulis saja nama saya, jangan pakai inisial, biar yang mau berurusan dengan saya bisa nyari saya. Saya tidak tahu apa maksudnya, apa mungkin saya tidak dikasi maju mungkin. Saya berjanji, akan coba telusuri juga masalah ini,” ujar Setia Gunawan.

Pemayun merasa perlu memanggil I Gede Putu Setia Gunawan agar permasalahan tidak berkembang semakin melebar. “Dia saya wajibkan membuat surat pernyataan agar ada bukti hitam di atas putih. Ini penting biar tidak ada permasalahan lagi di kemudian hari,” cetus Pemayun.

Pemayun berjanji akan segera mengumumkan hasil penilaian pansel sambil menunggu hasil pemeriksaan Gubernur Bali. “Bapak Gubernur pun tidak ada intervensi dalam pansel ini. Dari awal beliau berpesan dan memerintahkan kepada kami untuk bekerja dengan baik dan melaksanakan pansel sesuai aturan,” pungkas Pemayun. (Blp/Sir)