Peluru Nyasar Ditemukan Lagi di Ruang Kerja F-PD dan F-PAN DPR

oleh
Kapolres Jakarta Pusat Kombes Pol. Roma Hutajulu saat mengecek peluru nyasar di Gedung DPR. (Ist)
banner 300250

Jakarta, suarabali.com – Peluru nyasar ternyata tidak hanya menembus ruang kerja anggota Komisi III dari Fraksi Partai Gerindra, Wenny Warouw, di lantai 16 dan ruang kerja anggota Komisi III Fraksi Partai Golkar, Bambang Heri Purnama, di lantai 13. Namun, peluru juga menembus ruang kerja anggota Fraksi Partai Demokrat (PD) dan Fraksi PAN.

Berdasarkan informasi yang dihimpun pada Rabu (17/10/2018), dua ruang kerja yang ditembak ada di ruang 1008 lantai 10 dan ruang 2003 lantai 20. Ruang 1008 dihuni oleh anggota DPR F-PD Vivi Sumantri Jayabaya. Sedangkan ruang 2003 dihuni oleh anggota DPR F-PAN Totok Daryanto.

Belum ada keterangan soal waktu penembakan. Ketua MKD DPR Dasco Sufmi Ahmad menuju lantai 20 untuk memastikan kabar penembakan itu.

“Hari ini kita baru dapat laporan dari staf anggota kita, di ruangan Vivi ada peluru nyasar. Diketahui baru kemarin, hari ini diinvestigasi kepolisian. Kejadian peluru nyasar, sebelumnya ruangan kosong,” kata Sekretaris Fraksi Partai Demokrat Didik Mukrianto di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (17/10/2018).

“Tembus temboknya, tembus pembatasnya, masuk pelurunya nyangkut di lemari. Arah ruangan menuju sana (lapangan tembak),” tambahnya seperti dirilis detik.com.

Ruangan Vivi berada di Gedung Nusantara I lantai 10. Didik meminta penemuan ini juga diusut polisi. “Kita mohon didalami kepolisian Puslabfor,” kata Didik.  Selain di ruangan Vivi, peluru juga ditemukan di ruang anggota Fraksi PAN, Totok Daryanto, di lantai 20.

DPR menduga peluru tersebut berasal dari kejadian peluru nyasar pada Senin (15/10/2018) lalu. “Hari ini kami baru mendapatkan informasi bahwa di lantai 10 ini ternyata ada tanda-tanda sepertinya ada peluru nyasar yang seperti kemarin yang kita ketemukan di lantai 13 dan lantai 16,” kata Kabiro Pemberitaan DPR Hani Tahapari, Rabu (17/10/2018).

Hani sempat masuk ke ruangan 1008 milik anggota DPR F-PD Vivi Sumantri Jayabaya. Dia menjelaskan potret ruangan yang kena tembak. “Jadi, ada sobekan di plafon tembok di bawah yang tembus ke lemari,” kata Hani.

Meski demikian, Hani menyebut kesimpulan soal kejadian ini sepenuhnya ada di tangan polisi. Dia meminta semua pihak tak berspekulasi. “Namun sebaiknya kita jangan mengambilkan kesimpulan apapun sebelum puslabfor dan inafis datang ke kejadian,” tegas dia. (*)