Pelarian Napi Asal Amerika Berakhir di Lombok

oleh
Chrishan Beasley . (Ist)
banner 300250

Badung, suarabali.com – Pelarian narapida Chrishan Beasley (32)  dari Lapas Kelas II A Kerobokan berkahir sudah. Polisi berhasil menangkap narapidana kasus narkoba asal Amerika ini di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

“Napi ini kabur dari Lapas Kerobokan pada 11 Desember 2017. Setelah lima hari melarikan diri, kami berhasil menangkapnya di salah satu jalan menuju home stay di Lombok pada pukul 21.30 WITA,” kata Kapolres Badung AKBP Yudith Hananta, Rabu (20/12/2017).

Kapolres menjelaskan, Chrishan Beasley sudah merencanakan pelariannya. “Setelah bisa keluar dari Lapas, dia langsung naik ojek dan menyebrang ke Lombok. Dari Lombok, dia mengaku mau ke Thailand. Kami masih mengembangkan kasus ini untuk mengetahui apakah ada orang lain yang membantunya kabur dari Lapas,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, dua warga negara Amerika Serikat kabur dari Lapas Kerobokan pada Minggu (10/12/2017) sekitar pukul 04:00 WITA. Kedua napi itu bernama Chrishan Beasley dan Paul Anthony Hoffman.

Chrishan Beasley masih berstatus tahanan titipan di Lapas Kerobokan terkait kasus narkoba dan sedang menjalani persidangan di PN Denpasar. Sementara Paul Anthony Hoffman ditahan terkait kasus perampokan. Dia dijatuhi hukuman 1 tahun 8 bulan dan akan bebas pada 15 Oktober 2018.

Namun, Paul Anthony Hoffman gagal kabur. “Paul berhasil ditangkap warga di luar Lapas Kerobokan. Sedangkan Cristian Beasley saat ini masih dalam pengejaran,” kata Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kerobokan Denpasar, Tonny Nainggolan.

Tonny menjelaskan, kedua tahanan itu kabur dengan menggergaji plafon besi kamar Nomor 7 di Blok Lovina. Setelah berhasil keluar dari kamar, keduanya memanjat tembok pembatas blok hunian dengan kantor Lapas. Lalu, kedua napi itu bergerak ke arah menara Pos 6 sebelah timur dan kemudian memanjat tembok Lapas. l

Chrishan berhasil melarikan diri. Sedangkan Paul terjatuh di bedeng buruh bangunan yang sedang mengerjakan pembangunan proyek Lapas Perempuan. Warga menangkap Paul dan menyerahkannya ke pihak Lapas Kerobokan.

“Hujan turun deras waktu mereka melarikan diri. Saat ini, kondisi Paul baik-baik saja. Kami tempatkan dia di ruang isolasi untuk selanjutnya dimintai keterangan,” imbuh Tonny. (Dsd/Sir)