Pasca Erupsi Gunung Agung, Kondisi Perbankan di Bali Masih Aman

oleh
Ilustrasi. (Ist)
banner 300250

Denpasar, suarabali.com  – Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 8 Bali-Nusra, Hizbullah mengatakan pertumbuhan kredit di Bali tahun ini  hanya sekitar 7 persen. Angka tersebut menurun 3 persen dibanding tahun lalu yang pertumbuhannya mencapai 10 persen.

Namun, jumlah penghimpunan dana masyarakat tahun ini justru mengalami peningkatan sekitar 10,86 persen. Secara umum, kondisi perbankan di Bali saat ini masih aman.

“Bencana Gunung Agung sangat berpengaruh terhadap sektor pariwisata. Konsumsi kredit di Bali juga perlu menjadi perhatian bersama, ini harus seimbang,” ujar Hizbullah saat mengikuti rapat Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPKAD) di ruang rapat Praja Sabha Kantor Gubernur Bali, Senin (11/12/2017).

“Kami sudah usahakan terkait musibah ini terhadap beberapa surat yang kami terima mengenai permohonan pemberian kelonggaran keringanan ketentuan terutama pembayaran angsuran, akan kami ajukan agar bisa diberi kelonggaran,” cetus Hizbullah.

Terkait bencana Gunung Agung yang menyebabkan turunnya konsumsi kredit di Bali, Hizbullah mengatakan pihaknya sudah mengusahakan agar diberi kelonggaran dan keringanan, terutama pembayaran angsuran kredit. “Kami akan ajukan agar bisa diberi kelonggaran,” cetusnya. (Sir)