OJK dan BI Harus Cepat Merespon Kasus Pembobolan Rekening Nasabah

oleh
Ilustrasi. (Ist)
banner 300250

Jakarta, suarabali.com – Kasus pembobolan rekeninng nasabah yang belakangan meresahkan masyarakat menjadi perhatian anggota Komisi XI DPR Ecky Awal Mucharram. Dia meminta OJK dan BI segera merespon beberapa peristiwa terkait keamanan nasabah perbankan.

Jika perlindungan nasabah tidak dilakukan dengan baik, menurut dia, dampaknya tidak hanya pada individual bank, tetapi juga pada industri keuangan serta sistem keuangan.

“OJK sebagai pengawas perbankan dan BI yang bertanggung jawab atas sistem pembayaran harus segera bertindak agar dapat mengembalikan kepercayaan masyarakat,” ungkap Ecky dalam rilisnya, Senin (19/3/2018).

Ecky menjelaskan, ada tiga hal yang perlu diperhatikan terkait kejadian pembobolan rekening yang merugikan nasabah perbankan akhir-akhir ini. Pertama, aspek teknologi informasi yang digunakan oleh perbankan. Adakah kelemahan sistem keamanan IT-nya, baik dalam konteks sistem simpanan atau DPK (Dana Pihak Ketiga).

Kedua, bagaimana prosedur manajemen dan mitigasi risiko dalam sistem DPK maupun pembayaran yang selama ini berjalan, apakah SOP dan manajemen risiko terus diperbaharui dan disempurnakan mengikuti perkembangan yang ada. Termasuk soal hak dan kewajiban pihak-pihak yang terlibat.

Ketiga, sistem pengendalian atas perilaku, kebiasaan dan lingkungan dari nasabah DPK. Termasuk sistem pengendalian terkait DPK dan transaksi pembayaran di banknya. Edukasi dan sosialisasi akan keamanan perbankan harus terus digalakkan, bukan hanya bagi nasabah, tapi juga bagi karyawan bank dan vendor terkait.

“OJK dan BI harus memperbaiki dan mendorong perbankan melakukan audit secara menyuluruh dan mendalam atas tiga hal tersebut. Jika ada kelemahan dan pelanggaran harus diperbaiki dan pihak yang bertanggung jawab diberikan sanksi,” kata Ecky. (Sir)