Naik 1.700 Anak Tangga, Kapolda Bali Sembahyang di Pura Lempuyang Luhur

oleh
Kapolda Bali Irjen Pol. Petrus Reinhard Golose dan Ketua Bhayangkari Daerah Bali Ny. Barbara Golose saat melaksanakan persembahyangan di Pura Lempuyang Luhur, Karangasem, Rabu (17/10/2018). (Ist)
banner 300250

Karangasem, suarabali.com – Menaiki lebih dari 1.700 anak tangga tak menyurutkan semangat Kapolda Bali Irjen Pol. Petrus Reinhard Golose untuk melaksanakan persembahyangan di Pura Lempuyang Luhur, Karangasem, Rabu (17/10/2018).

Bertepatan dengan Hari Pagerwesi, Kapolda Bali melakukan persembahyangan bersama Ketua Bhayangkari Daerah Bali Ny. Barbara Golose, Wakapolda Bali Brigjen Pol. I Wayan Sunartha, sejumlah pejabat utama Polda Bali, dan Kapolres Karangasem.

Sebelum naik ke puncak luhur, diawali dengan persembahyangan bersama di Pura Lempuyang Madya dan Pura Pasar Agung. Lebih dari 1.700 anak tangga dilewati Kapolda Bali dengan penuh semangat dan tanpa menunjukkan rasa lelah. Tiba di Pura Lempuyang Luhur, rombongan Kapolda melaksanakan upacara melukat (penyucian diri) yang dipimpin Jro Mangku Wangi.

Irjen Pol. Petrus Reinhard Golose mengatakan, upacara persembahyangan ini bertujuan untuk memohon keselamatan sekaligus mengucapkan rasa syukur kepada Tuhan atas segala anugerah yang diberikan selama ini. Tidak hanya itu, persembahyangan ini juga untuk mendoakan situasi Kamtibmas di Bali agar tetap aman menjelang Pilpres dan Pileg 2019.

“Saya baru pertama kali sembahyang ke Pura Lempuyang Luhur. Karena harus menapaki tangga menanjak sampai ribuan anak tangga, maka saya harus menyiapkan fisik dan yang paling penting adalah hati tulus suci,” ujarnya.

Kapolda mengaku senang bisa sembahyang ke pura ini, karena dapat menikmati kemurnian alam yang berada di sekitar Pura Lempuyang Luhur. Seperti keindahan lembah, pemandangan Gunung Agung serta pesisir Bali timur yang terlihat menakjubkan. Selain itui, pohon-pohon tropis tumbuh subur sehingga cocok menjadi paru-paru Pulau Dewata.

Persembahyangan Kapolda Bali dalam rangka Hari Pagerwesi di Pura Lempuyang Luhur diakhiri dengan penyerahan dana punia kepada Jro Mangku Wangi.

Bersihkan Lingkungan

Usai melaksanakan persembahyangan, Kapolda Bali bersama rombongan membersihkan lingkungan di sekitar Pura Lempuyang Luhur. “Dengan perlengkapan seadanya, kami memungut sampah yang berserakan di Pura Lempuyang Luhur dan di sepanjang jalur utama menuju pura. Hasilnya, kami berhasil mengumpulkan sampah yang sebagian besar terdiri dari sampah plastik,” ungkap Kapolda.

Selain sebagai Pura Sad Khayangan, kata Kapolda, Pura Lempuyang Luhur juga dijadikan sebagai obyek wisata. Jalur utama menuju pura ini dijadikan sebagai jalur tracking mendaki oleh wisatawan asing.

Menurut jenderal lulusan Akpol tahun 1988 ini, kawasan pura harus tetap bersih, karena akan menjaga kesucian pura itu sendiri. Selain itu, apabila sudah bersih, maka wisatawan yang datang ke Bali, khususnya di Pura Lempuyang Luhur, akan bertambah.

“Ini adalah bentuk kepedulian kami terhadap lingkungan, sekaligus memberikan contoh kepada masyarakat Bali untuk tetap menjaga kebersihan dan tidak membuang sampah sembarangan,” pungkasnya. (*)