Menkes Tinjau Pasien Campak dan Gizi Buruk di Agats

oleh
Menkes Nila Moelok menumpang sepeda motor menuju RSUD Agats, Asmat, Papua, Kamis (25/1/2018). (ist)
banner 300250

Agats, suarabali.com – Menteri Kesehatan Nila Moeloek meninjau langsung pasien campak dan gizi buruk di RSUD Agats, Asmat, Papua, Kamis (25/1/2018). Menkes Nila berpesan kepada para orangtua agar benar-benar memperhatikan kebersihan di lingkungan sekitar.

Dalam tinjauannya, Menkes didampingi Kepala Badan PPSDM Usman Sumantri, Dirjen P2P Mohamad Subuh, Dirjen Pelayanan Kesehatan Bambang Wibowo, dan Direktur Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan Maura Linda Sitanggang,

Menkes menyaksikan langsung satu persatu pasien anak dengan campak dan gizi buruk di ruang Aula RSUD Agats.

Selain itu, Menkes juga menanyakan kondisi kebersihan di sekitar rumah pada salah satu ibu pasien di ruangan tersebut. Pasien itu menjawab, di sekitar rumahnya terdapat banyak lumpur dan menjadi tempat bermain anaknya, dan cuci tangan pakai sabun pun tidak biasa dilakukan.

“Kenapa tidak cuci tangan. Kalau tangan kotor terus makan kan banyak kuman, cacing yang ikut kemakan sama anaknya. Biasakan cuci tangan,” kata Nila.

Setelah itu, Nila menyambangi pasien lainnya di Aula Gereja Protestan Indonesia yang berada di belakang RSUD Agats. Gereja itu dijadikan ruang rawat inap bagi pasien campak dan gizi buruk yang dalam masa pemulihan.

Sebelum masuk gereja, Nila menyempatkan bermain ular tangga dengan dua anak di halaman depan geraja. Selain ular tangga, ada permainan lain yang bisa dimainkan anak-anak di sana seperti permainan balon, bahkan berlari-larian.

Selain untuk memecah rasa bosan anak, permainan itu dimaksudkan untuk merangsang sistem motorik pada anak. Mereka juga diberikan pemahaman tentang penting dan caranya mencuci tangan melalui video.

Rombongan pun masuk gereja dan berkeliling melihat kondisi pasien. Mayoritas kondisi mereka terlihat membaik dari kondisi tubuh secara umum, tidak ada keluhan, berat badan naik asupan makan dan minum tidak bermasalah.

Sebelum keluar, Menkes Nila selalu mengingatkan beberapa orangtua pasien agar selalu menjaga kesehatan keluarga dan lingkungan, biasakan cuci tangan pakai sabun, dan memperhatikan kebersihan badan.

Kemudian, rombongan berkesempatan mengunjungi pembangunan rumah sakit baru. Belum ada fasilitas alat kesehatan di sana, tapi beberapa ruang sudah ada tempat tidur. Namun demikian, Menkes Nila meminta Direktur RSUD Agats Riechard Mirino agar mengutamakan ketersediaan air terlebih dahulu.

Sejak September 2017 sampai 23 Januari 2018, RSUD Agast dan tim kesehatan dari provinsi dan kabupaten telah menangani 646 kasus campak, 144 gizi buruk, 4 kasus campak dan gizi buruk, dan 25 suspek campak. (Sir)