Menkes Imbau Warga Gunakan Masker Saat Libur Panjang

oleh
Ilustrasi. (Ist)
banner 300250

Jakarta, suarabali.com – Menteri Kesehatan Nila Moeloek mengimbau masyarakat dengan suspect difteri untuk menggunakan masker selama libur Natal dan Tahun Baru 2018. Imbauan tersebut dilakukan untuk meminimalisasi penularan penyakit difteri pada saat mobilitas yang tinggi pada libur panjang Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2018.

“Penularan penyakit difteri melalui percikan air ludah yang keluar saat batuk dan bersin, bukan melalui udara di sekitar kita. Sehingga, saya mengimbau untuk menggunakan masker agar tidak menularkan kepada orang lain,” kata Menkes saat jumpa pers usai teleconference dalam mempersiapkan pengamanan Natal dan Tahun Baru 2018 bersama Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Panglima TNI, serta menteri dan instansi terkait di Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia, Jakarta, Senin (18/12/2017).

“Bagi yang sedang batuk dan pilek sebisa mungkin gunakanlah masker juga untuk menghindari penyebaran penyakit yang lain,” tambah Menkes Nila Moeloek.

Menkes Nila juga menyatakan telah melakukan rapat dan evaluasi mengenai logistik untuk imunisasi vaksin difteri. “ORI (Outbreak Response Immunization) sudah dilakukan oleh Kementerian Kesehatan dengan sasaran anak-anak sekolah,” katanya.

ORI sudah dilakukan di masing-masing provinsi dan kota/kabupaten di Indonesia. Logistik pelaksanaan imunisasi vaksin difteri telah tersedia di daerah. “Berdasarkan laporan dari daerah, angka difteri sudah mulai menurun. Masyarakat antusias melakukan imunisasi secara mandiri,” ujar Nila.

Kementerian Kesehatan melakukan kerjasama lintas kementerian dan lembaga serta instansi terkait untuk mencegah wabah difteri menjelang Natal dan Tahun Baru 2018.

Teleconference ini dilakukan dengan 33 Kepala Kepolisian Daerah, Kepala Staf Komando Daerah Militer, Panglima Kodam, Pemda, serta instansi-instansi terkait di berbagai daerah di Indonesia. Teleconference dilaksanakan sebagai bentuk sinergi pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam menghadapi Natal dan Tahun Baru 2018.

Tentunya, dalam menghadapi kegiatan tersebut semua proses pengambilan keputusan dilakukan secara terintegrasi. Hal tersebut mampu meminimalisasi kesalahan dalam cara bertindak di lapangan. Menteri Kesehatan juga turut memberikan arahan kepada pihak-pihak terkait dalam mempersiapkan titik-titik layanan kesehatan selama libur Natal dan Tahun Baru 2018.(Sir)