Memaknai Hari Guru Lewat Pembentukan Karakter Anak Yang Tangguh dan Berbudaya

oleh
Puluhan diantara 200 pelajar SMP se-Kecamatan Kuta bersama pejabat Kabupaten Badung dan Kecamatan Kuta melepaskan ratusan tukik ke laut lepas di Pantai Kuta, Sabtu (25/11/2017). Ratusan pelajar lainnya melakukan aksi bersih-bersiha pantai dalam rangka HUT PGRI dan Hari Guru Nasional ke 72 tahun 2017. (Foto suarabali.com)
banner 300250

Badung, suarabali – Sejak pukul 06.00 Wita, Sabtu (25/11/2017) pagi tadi, sekitar 2000 pelajar SMP se-Kecamatan Kuta,  berkumpul di Pantai Kuta, Bali.

Sekitar 200 guru juga turut memeriahkan acara yang khusus digelar untuk memperingati HUT Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan Hari Guru Nasional ke 72 Tahun 2017 yang berpusat di dekat Pasar Seni Pantai Kuta.

Berbagai kegiatan mereka lakukan di sepanjang pantai tersebut. Diawali dengan kegiatan gerak jalan santai sejauh 2 kilo meter, ribuan pelajar ini juga melakukan kegiatan bersih-berdih pantai dengan memungut sampah yang berserakan di sekitar pantai.

Sementara itu puluhan pelajar lainnya bersama sejumlah pejabat Kabupaten Badung dan Kecamatan Kuta, secara bersama-sama melepaskan seratus ekor anak kura-kura (tukik) ke laut lepas.

Para pelajar tersebut terlihat gembira dan antusias mengisi seluruh rangkaian acara yang diakhiri dengan kegiatan lomba seni siswa dan guru itu.

Puluhan pelajar bersama sejumlah pejabat Kabupaten Badung dan Kecamatan Kuta, secara bersama-sama melepaskan seratus ekor anak kura-kura (tukik) ke laut lepas.

Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kabupten Badung, Ketut Widya Astika mengungkapkan apresiasinya terhadap para guru se-Kecamatan Kuta dan Badung yang telah menunjukkan wujud solidaritas mereka sebagai sesama guru.

“Harapan kami kegiatan seperti ini dapat juga meningkatkan kwalitas profesionalisme para guru dalam mendidik dan menciptakan anak-anak yang berkarakter, berbudaya, cerdas dan bangga menjadi anak Indonesia,” ujar Ketut Widya Astika kepada suarabali.com di Kuta, Sabtu (25/11/2017).

Terkait kegiatan bersih-bersih pantai dari sampah dan pelepasan tukik, menurutnya hal itu merupakan bagian dari proses pembentukan karakter agar si anak mencintai dan selalu merawat lingkungannya.

Para pelajar antusias memungut sampah di tepi pantai

“Acara melepas tukik ini juga bagian dari upaya melestarikan penyu sebagai salah satu satwa yang dilindungi. Selain itu juga untuk membantah isu bahwa orang Bali gemar membantai penyu atau kura-kura, pada hal itu tidak benar,” katanya.

Ketut Widya berharap agar kegiatan serupa juga dilakukan oleh para guru dan pelajar di daerah lain, agar lingkungan beserta mahkuk yang ada di dalamnya tetap terjaga dengan baik. (Tjg)