Melongok Budidaya Apel di Kecamatan Tampaksiring

oleh
Bupati Gianyar Made Mahayastra melihat langsung kebun apel di Desa Sanding, Kecamatan Tampaksiring. (Ist)
banner 300250

Gianyar, suarabali.com – Berada pada ketinggian lebih dari 500 meter di atas permukaan laut (mdpl) menjadikan Kecamatan Tampaksiring memiliki iklim yang cocok untuk budidaya apel. Ditambah lagi lahan sawah seluas 1.478 hektare dan lahan bukan sawah seluas 1.700 hekater menjadikan Tampaksiring sebagai tempat yang potensial untuk budidaya apel.


Sanding adalah salah satu desa di Kecamatan Tampaksiring yang mulai membudidayakan apel sejak 18 bulan lalu. Ketut Suryadi Putra, pemilik kebun apel, mengungkapkan tanaman apelnya mulai berbuah saat berumur 18 bulan. Idealnya, kata dia, tanaman apel mulai berbuah saat berumur dua tahunan.

“Ada yang bilang tanaman apel akan susah tumbuh di sini. Tapi kan kita lihat sekarang tanaman apel sudah mulai belajar berbuah, padahal baru berumur 1,5 tahun dimana biasanya umur 2 tahun baru belajar berbuah,” ucap Ketut Suryadi.

Suryadi menuturkan, tanaman apel dapat tumbuh di atas ketinggian 500 mdpl dengan pencahayaan yang bagus. “Tanaman apel dapat tumbuh di permukaan tanah dengan ketinggian  500 meter di atas permukaan laut. Kalau suhu tidak begitu masalah asalkan tanaman mendapatkan sinar matahari langsung,” tuturnya.

Komoditas apel menjadi pilihan Ketut Suryadi, karena melihat banyaknya permintaan apel di Bali, khususnya Gianyar. Entah digunakan untuk banten, parcel, atau dikonsumsi langsung, karena kandungan gizinya yang bagus.  Ditunjang dengan kondisi tanah yang ada sangat bagus dimanfaatkan untuk budidaya apel.

Menjaga kualitas buah apel agar lebih besar, Ketut Suryadi hanya menyisakan tiga buah dalam satu cabang pohon apel. Jika dilihat dari potensinya, 1 tanaman apel mampu menghasilkan 20 sampai 30 Kg apel setiap panennya. Dengan mengambil jarak tanam apel 4 dan 2,5 meter, maka dalam satu hektare lahan akan terdapat 20 pohon apel.

“Jadi, dengan luas lahan 1 hektare saja, dalam sekali panen pohon apel berpotensi menghasilkan 400 Kg sampai dengan 600 Kg apel,” ungkapnya.

Sementara Bupati Gianyar Made Mahayastra yang sempat melihat langsung kebun apel di Desa Sanding mengaku senang kalau di wilayahnya bisa dikembangkan tanaman apel. Apalagi sebagai daerah tujuan pariwisata, juga bisa menjadi destinasi wisata baru yang ada di Gianyar di samping mampu meningkatkan pendapatan petani.

“Dengan adanya kebun apel ini akan menjadi daya tarik baru bagi pariwisata Gianyar. Apalagi jika dipadukan dengan konsep agrowisata, baik dari edukasinya maupun panennya. Tentu hal ini akan berdampak baik bagi perekonomian masyarakat sekitar,” ujarnya.

Dia menambahkan, potensi budidaya apel ini sudah sepantasnya dikembangkan melihat apel yang ada di sana menunjukkan perkembangan yang positif. Pihaknya berkomitmen untuk mengembangkan apel di Gianyar dengan menambah luas tanam, sehingga budidaya apel terus berkembang di Gianyar. (*)