Mafia Properti Bodong Dijebloskan ke Rutan Polda Bali

oleh
Lukas Pattinasarany, developer pembangunan Villa Anaya Pecatu, dijebloskan ke Rutan Polda Bali terkait kasus penipuan. (Ist)
banner 300250

Denpasar, suarabali.com – Pemilik PT Anaya Graha Abadi sekaligus Developer Pembangunan Villa Anaya Pecatu, Lukas Pattinasarany (44), kini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di balik jeruji besi. Dia diduga terlibat kasus mafia properti fiktif atau bodong.

Lukas dituduh menipu Eka Harsana (28) dengan menawarkan villa The Anaya Village Pecatu, Kuta Selatan, Badung pada Mei 2017.

Berdasarkan hasil pemeriksaan saksi dan bukti permulaan yang cukup, penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Bali menetapkan Lukas Pattinasarany sebagai tersangka dan sudah dijebloskan ke Rutan Polda Bali pada Rabu (23/10/2019).

Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol. Hengky Widjaja mengatakan kasus tersebut berawal dari keinginan Eka Harsana memiliki villa di daerah Pecatu. Sekitar Mei 2017, dia dihubungi melalui aplikasi WhatsApp oleh Liliek Setianingsih Soetjipto selaku Lead Marketing Perumahan Anaya Village Pecatu.

Saat itu, Eka Harsana diminta menghadiri undangan launching pada Sabtu, 20 Mei 2017, sekaligus bertemu dengan Lukas Pattinasarany untuk menerima brosur perumahan yang akan dibangun dengan harga Rp 1,125 miliar per unit.

“Setelah melihat brosur, Eka Harsana membeli dua unit villa dan sudah membayar uang DP sebesar Rp 387,5 juta,” kata Hengky.

Kemudian, pada 27 Juli 2019, Lukas menghubungi dan meminta Eka Harsana agar datang ke PT Anaya Graha Abadi untuk penandatanganan perikatan jual-beli di hadapan notaris I Wayan Suwitrayasa, SH, M.Kn.

Penasaran dengan pembangunan villa yang dibelinya, Eka Harsana mengecek lokasi pembuatan villa pada 17 September 2018. Tiba di lokasi, Eka Harsana kaget bukan main, karena proyek pembuatan villa yang dibelinya tidak berjalan dan sama sekali tidak ada bangunan alias fiktif.

Seketika itu, Eka Harsana langsung sadar telah menjadi korban penipuan yang dilakukan oleh Lukas. Atas kejadian tersebut, Eka Harsana mengalami kerugian sebesar Rp 387,5 juta.

“Korban langsung melaporkan kasus yang dialaminya ke Ditreskrimum Polda Bali. Atas perbuatannya, pelaku dikenakan Pasal 378 tentang tindak pidana penipuan,” terang Kombes Pol. Hengky Widjaja.

Adapun barang bukti yang disita polisi, antara lain PPJB Pembeli atas nama Rustam dan Eka Harsana, kwitansi pembayaran villa, bukti transfer pembayaran villa, dan surat pelunasan villa. (*)