Lantamal VII Kupang Latih Warga Pesisir Mengolah Rumput Laut

oleh
Lantamal VII Kupang menggelar pelatihan pengolahan rumput laut di Desa Tablolong, Kelurahan Tablolong, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, NTT, Senin (15/10/2018). (Ist)
banner 300250

Kupang, suarabali.com – Wadan Lantamal VII Kupang Kolonel Laut (P) Ari Widyatmoko, mewakili Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) VII Kupang Brigjen TNI (Mar) Kasirun Situmorang, membuka pelatihan pengolahan rumput laut  di Marseling Mako Lantamal VII. Pelatihan dipusatkan di Desa Tablolong, Kelurahan Tablolong, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, NTT, Senin  (15/10/2018).

Saat membacakan sambutan Komandan Lantamal VII Kupang, Wadan Lantamal VII mengatakan pelatihan pengolahan rumput laut ini merupakan wujud kegiatan TNI yang dilaksanakan oleh Lantamal VII dalam memacu pemanfaatan potensi maritim, mengingat NTT merupakan salah satu pengembang budidaya rumput laut yang sangat luas.

Kegiatan itu bertujuan membantu menangani permasalahan ketahanan pangan di wilayah Provinsi NTT dan sebagai wadah untuk menambah pengetahuan dan ketrampilan masyarakat dalam mengelola rumput laut.

Kepada wartawan, Wadan Lantamal VII Kolonel Laut (P) Ari Widyatmoko mengatakan kegiatan tersebut kali pertama diadakan di Kota Kupang. “Kita juga mengundang seluruh jajaran maritim Kota Kupang,  Ibu Jalasenastri Korcab VII DJA II, Posal di bawah jajaran Lantamal VII  dan petani rumput laut di desa binaan dengan peserta sebanyal 138 orang,” ungkapnya.

Kolonel KAV Harfuddin Daing, yang sehari-hari menjabat sebagai Paban III Tahwil Ster Mabes TNI, mengatakan kegiatan itu bermanfaat bagi petani rumput laut, khususnya yang ikut pelatihan. Dia berharap pelatihan tersebut dapat berlanjut, sehingga bisa meningkatkan taraf hidup petani rumput laut di NTT.

Pemateri pada kegiatan pelatihan itu, di antaranya Marcelien Ratoe Oedjoe selaku Dekan Fakultas Kelautan  dan Perikanan Undana, Richard Josh Rino selaku Dirut PT RKN, Genef selaku Kadis Perikanan dan Kelautan Provinsi  NTT, Bernard Gilon selaku penyuluh Budidaya Rumput Laut Provinsi  NTT, dan Heriani Say selaku penyuluh dari P2KT.

Selain menerima materi dari pakar rumput laut, peserta juga melakukan praktek praktek penanaman rumput laut dengan sistem ikat serta cara mengelola rumput laut menjadi bahan makanan  dan minuman seperti dodol, kopi, kripik dan olahan lainnya. Praktek dilakukan di Gedung BIP di Desa Tablolong. (*)