Kulit Bakau Asal Pulau Kundur, Sampah Jadi Berkah

oleh
banner 300250

Kundur, suarabali.com – Pohon bakau (Rhizophora) merupakan tanaman yang banyak tumbuh di kawasan pantai di berbagai daerah di Indonesia. Tanaman yang memiliki akar tunggang dan kayu besar tidak hanya bermanfaat untuk menahan abrasi air laut, tetapi kayunya yang kuat juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan bangunan, kayu bakar maupun arang.

Kini, kulit bakau yang sebelumnya tidak dimanfaatkan, kini miliki nilai ekonomis yang tinggi. “Ini perdana, ekspor kulit bakau ini berpotensi, kalau bisa malah diolah dulu,” jelas Ali Jamil, Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan) saat lepas ekspor perdana kulit bakau sebanyak 20 ton ke Filipina di Pulau Kundur, Karimun, Kepulauan Riau, Selasa (21/5/2019).

Kulit bakau tersebut menghasilkan tanin yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan penyamak. Selain menghasilkan tanin, kulit kayu pohon tembakau pun dapat dijadikan bahan pembuat kertas berkualitas tinggi. Bahkan, beberapa sumber menyebutkan bahwa kulit kayu bakau juga bermanfaat bagi kesehatan.

Jamil mengaku sangat bangga karena, masyarakat kini makin kreatif memanfaatkan peluang sumberdaya alam pertanian yang ada. Bahkan ia mendorong agar ekspor tersebut dapat lebih dikembangkan lagi menjadi produk akhir. “Ini sampah, tapi setelah menjadi komoditas ekspor kini jadi berkah buat semua,” tuturnya.

Selain melepas ekspor kulit kayu bakau senilai Rp 140 juta, Jamil dan Bupati Kabupaten Karimun Aunur Rofiq yang turut hadir dalam acara tersebut, juga melepas ekspor 45 ton daging kelapa setara Rp 360 juta dan 15 ton air kelapa setara Rp 25,5 juta tujuan Malaysia.

Sejalan dengan kebijakan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman untuk menggiatkan ekspor pertanian guna menjaga pertumbuhan ekonomi bangsa, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat terutama kelompok petani, Barantan terus mengerakkan program Agro Gemilang diseluruh unit kerja termasuk Karantina Pertanian Tanjung Balai Karimun. Upaya menggerakkan kembali bisnis perekonian rakyat dari bidang pertanian, terutama calon eksportir kreatif generasi millenial terus didorong.

Jamil berharap, perlindungan yang selama ini dilakukan oleh Barantan terhadap sumberdaya alam pertanian Indonesia dari ancaman hama penyakit dari luar negeri dapat membangkitkan semangat pemanfaatan potensi tersebut. Oleh karena itu Barantan terus mendorong peningkatan ekspor komoditas pertanian melalui pemenuhan persyaratan SPS atau _Sanitary and Phytosanitary Agreement_ negara mitra.

Priyadi, Kepala Karantina Pertanian Tanjung Balai Karimun menambahkan bahwa berdasarkan data IQFAST diwilayah kerjanya pada tahun 2018 jumlah ekspor daging kelapa tercatat sebanyak 4.975 ton (Rp 39,3 M), sedangkan air kelapa sebanyak 940 ton (Rp 1,3 M).

Jumlah ekspor daging kelapa dari Tanjung Balai Karimun pada hingga Mei tahun ini meningkat 23.91% yaitu sebanyak 1.767 ton, sedangkan air kelapa mencapai 400,35 ton. Selain itu terdapat juga ekspor alpukat ke Malaysia yang mengalami peningkatan sebesar 14.32% atau sebanyak 4,6 ton dibandingkan tahun lalu dengan jumlah total sebanyak 7,8 ton.

Menurut Priyadi, selain bertugas melakukan perlindungan dan pengawasan terhadap lalulintas komoditas pertanian yang berpotensi membawa hama penyakit, terutama karena wilayahnya langsung berbatasan dengan Malaysia dan Singapura, juga berperan dalam mendorong ekspor dibidang pertanian terutama terhadap jaminan kesehatan komoditas yang akan diekspor. Tidak mudah, karena wilayah yang diawasi di Karimun sendiri punya luas 7.984 km2 yang terdiri dari wilayah daratan 1.524 km2 dan wilayah perairan 6.460 km2, tambahnya.

Bupati Kabupaten Karimun Aunur Rofiq mengatakan upaya yang dilakukan oleh Kementan tersebut harus didukung bersama. Ia meminta agar seluruh SKPD atau Satuan Kerja Perangkat Daerah yang berada diwilayahkan dapat mensupport dan terutama para calon eksportir menurutnya harus dapat kreatif melihat potensi yang ada.

Ia berjanji akan terus mendorong para eksportir agar dapat mengembangkan berbagai produk ekspor asli Tanjung Balai Karimun. Ia meminta, meski potensi pertanian di daerahnya tidak sebanyak di tempat lain, karena kondisi tanah yang ada, namun sekecil apapun peluang yang ada harus dapat diambil. Potensi seperti nanas, pisang dan rumput laut hendaknya dapat ditingkatkan secara bertahap.

Jamil berharap, upaya yang ia lakukan dari pusat mendapatkan dukungan dari daerah. Ia juga menyampaikan bahwa, Barantan juga menfasilitasi pemerintah daerah agar dapat melihat berbagai potensi komoditas ekspor di wilayah setempat melalui aplikasi I-MACE atau Indonesian Map of Agricultural Commodities Exports. (*)