Komplotan Pemalsu Uang Juga Bikin BPKB dan STNK Palsu

oleh
Bareskrim Polri merilis pengungkapan jaringan pemalsu uang, BPKB, dan STNK. (Ist)
banner 300250

Jakarta, suarabali.com – Bareskrim Mabes Polri berhasil mengamankan 13 pelaku tindak pidana penggelapan, pemalsuan, penadahan mobil, dan pencucian uang yang tersebar di wilayah Jakarta dan Jawa Barat pada pertengahan Desember ini.

Kepala Bareskrim Polri Komjen Pol. Ari Dono Sukmanto mengatakan pengungkapan kasus berawal dari pengungkapan jaringan uang palsu oleh Tim Subdit IV Dittipideksus Bareskrim Polri di Jawa Barat pada awal Desember. Para tersangka yang ditangkap berinisial AY, AS, TT, CM, dan BH

Dari penangkapan tersebut, polisi mengamankan 16 mobil, ratusan dokumen seperti visa, paspor, STNK, BPKB, E-KTP, dan uang palsu yang nominalnya mencapai miliaran rupiah.

Komjen Pol. Ari mengatakan belasan mobil itu didapat dari pembelian melalui leasing dan hasil penadahan seharga Rp 50 juta. Setelah mendapatkan mobil, para pelaku membuat STNK dan BPKB palsu supaya bisa digadaikan ke pegadaian.

Komjen Pol. Ari juga mengatakan beberapa pegadaian telah tertipu, karena secara kasat mata dokumen-dokumen tersebut nampak seperti asli. Pelaku juga menyertakan surat palsu dari Samsat yang menerangkan kepemilikan mobil tersebut adalah asli.

Para tersangka juga bekerja sama dengan satpam pegadaian, dimana pelaku memberikan dokumen-dokumen tersebut untuk diteruskan ke manajemen.

Dari penghasilan penjualan BPKB, STNK, serta pinjaman dari pegadaian digunakan untuk modal pembuatan uang palsu.

Sementara itu, polisi masih melakukan pengembangan jaringan pelaku serta pemesan dokumen-dokumen palsu tersebut.

“Ternyata mereka kerja sama dengan satpam. Yang buat pegadaian percaya juga bahwa ada surat pengantar dari Samsat bahwa dokumen-dokumen itu asli. Soal E-KTP belum ada indikasi ke sana (penggunaan untuk pilkada), kemungkinan digunakan untuk peminjaman,” jelas Komjen Pol. Ari. (Sir)