Ketua MA Luncurkan Aplikasi SIPP Tingkat Banding

oleh
Acara peluncuran aplikasi Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) Tingkat Banding di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, Senin (22/4/2019). (Ist)
banner 300250

Labuhan Bajo, suarabali.com – Ketua Mahkamah Agung Prof. Dr. H. Muhammad Hatta Ali, SH, MH meluncurkan aplikasi Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) Tingkat Banding Versi 3.2.0 di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (22/4/2019).

Peluncuran aplikasi itu bersamaan dengan kegiatan pembinaan pimpinan Mahkamah Agung terhadap pimpinan pengadilan, hakim, panitera, dan sekretaris tingkat pertama dan banding pada empat lingkungan peradilan di wilayah Nusa Tenggara Timur.

“Selama ini, aplikasi SIPP dipergunakan sebagai sarana perekaman data perkara di seluruh pengadilan, baik tingkat pertama maupun banding di seluruh Indonesia,” kata Kepala Biro Hukum dan Humas Mahkamah Agung Dr. Abdullah, SH, MS.

Dengan perekaman tersebut, kata Abdullah, penelusuran perkara oleh aparatur pengadilan maupun masyarakat pencari keadilan menjadi lebih mudah dan murah. Sepanjang terkoneksi dengan jaringan internet, aplikasi ini dapat diakses dimanapun dan kapanpun.

“Dengan aplikasi ini, pengadilan dapat memberikan transparansi kepada masyarakat pengguna pengadilan yang ingin mengetahui jalannya perkara serta hasil-hasil dan agenda persidangan. Bahkan, masyarakat dimudahkan untuk memantau pembiayaan perkaranya secara online,” paparnya.

Khusus untuk aplikasi tingkat banding, menurut dia, aplikasi ini dirancang berbasis web. Sehingga, ketersediaan datanya dapat dilakukan secara realtime. Manakala suatu data perkara sudah di-input di dalam SIPP Tingkat Banding, maka saat itu juga data perkara tersebut sudah tersedia di web.

“Cara kerja aplikasi ini berbeda dengan aplikasi SIPP Tingkat Pertama yang harus disingkronisasi terlebih dahulu sebelum akhirnya bisa tersaji di website SIPP tiap pengadilan,” ungkapnya.

Untuk mengejar agar data selalu update, kata Abdullah, maka pengadilan tingkat pertama harus melakukan singkronisasi setidaknya tiga kali dalam sehari. Aplikasi SIPP Tingkat Banding ini telah dikembangkan semenjak tahun 2016 dan terus dikembangkan fitur-fiturnya agar masyarakat pencari keadilan selalu terinformasi keadaan perkaranya.

Dia menjelaskan, eksistensi aplikasi SIPP ini menegaskan komitmen Mahkamah Agung dan badan peradilan yang berada di bawahnya untuk mewujudkan badan peradilan Indonesia yang agung, dimana salah satu indikatornya adalah modern berbasis teknologi informasi terpadu.

Secara internal, aplikasi ini juga telah terintegrasi dengan aplikasi-aplikasi lainnya di Mahkamah Agung, seperti Sistem Informasi Kepegawaian (SIKEP). Sehingga aplikasi ini juga dapat difungsikan sebagai sarana untuk memonitor dan mengevaluasi kinerja pengadilan, baik kinerja secara kelembagaan suatu pengadilan maupun kinerja per individu.

“Hal ini kemudian dapat dijadikan sebagai sumber pembinaan dan pemberian reward and punishment,”pungkasnya. (Tjg/Sir)