Kekeringan, Polres Jembrana Salurkan Air Bersih Pakai Mobil Water Cannon

oleh
Polres Jembrana menyalurkan air bersih menggunakan kendaraan Armored Water Cannon. (Ist)
banner 300250

Jembrana, suarabali.com – Musim kemarau yang masih berlangsung membuat sejumlah wilayah di Kabupaten Jembrana, Bali mengalami kekeringan. Banyak warga yang kesulitan mendapatkan air bersih untuk keperluan sehari-hari.

Untuk membantu warga memenuhi kebutuhan air bersih, Polres Jembrana menyalurkan air bersih sampai tingkat banjar. Tak tanggung-tanggung, Polres Jembrana menurunkan 1 unit kendaraan AWC (Armored Water Cannon) berkapasitas 6 ton. Air sebanyak 6 ton tersebut dipastikan bisa mencukupi kebutuhan warga satu banjar secara gratis.

Kasat Samapta Polres Jembrana AKP I Made Suwandra mengatakan, kegiatan penyaluran air bersih kepada masyarakat yang membutuhkan merupakan inisiatif Kapolres Jembrana.

“Kegiatan ini merupakan inisiatif dari Pak Kapolres langsung, khususnya di Jembrana. Dari data yang ada, banyak daerah yang kekurangan pasokan air bersih,” ujar AKP I Made Suwandra, Senin (11/11/2019).

Menurut Suwandra, air bersih yang disalurkan ke warga bersumber dari air PDAM. “Kami membantu khusus air bersih, untuk masak dan mandi. Sebab, di dalam mobil ini ada pengaturannya semacam komputer. Kalau air kotor masuk, tidak bisa mobil ini menerima,” tegasnya.

Sementara AKBP I Ketut Gede Adi Wibawa mengatakan penyaluran air bersih ini sebagai bentuk kepedulian polisi terhadap masyarakat yang membutuhkan. Kemarau panjang membuat warga kesulitan mencari air bersih beberapa bulan terakhir.

“Air sungai setempat menyusut dan sumur-sumur tadah hujan milik warga mengering. Kegiatan ini kami sifatkan rutin semasih kemarau melanda pada wilayah kita. Bantuan air bersih ini untuk memenuhi kebutuhan warga sehari-hari, seperti memasak dan minum, karena mengalami kekeringan,” ujarnya

Sejumlah warga terlihat antusias menyambut bantuan air bersih. Warga secara tertib mengantre untuk mengambil jatah air bersih dengan membawa ember dan jerigen.

“Bantuan air bersih pastinya sangat membantu kami mencukupi kebutuhan air. Beberapa bulan ini, kami kesulitan mendapatkan air bersih. Suksma atas pendistribusian air bersihnya,” ujar Ketut Mancrut (50) asal Katulampo, Desa Manistutu, Melaya. (*)