Kecepatan Mobil SN Hanya 40km, Tapi Membuat Kepalanya Bengkak “Kayak Bakpau”

oleh
banner 300250

Jakarta, suarabali.com – Penyidik Polda Metro Jaya menduga kecepatan kendaraan yang ditumpangi tersangka korupsi proyek Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik Setya Novanto saat terjadi kecelakaan sekitar 40 km per jam.

“Itu hasil olah tempat kejadian perkara,” kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono di Jakarta Minggu (19/11).

Kombes Pol Argo mengatakan petugas Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menganalisa hasil olah tempat kejadian guna mengetahui kecepatan dan kondisi kendaraan sebelum terjadi kecelakaan.

Sebelumnya, perihal kecelakaan SN ini, pengacaranya, Fredrich Yunadi, mengatakan kondisi Novanto luka parah dan kepalanya bengkak seperti bakpao. SN dilarikan ke RS untuk MRI scan, diperban lukanya, sedangkan ada benjol besar kepalanya, tangannya berdarah semua.

Kombes Pol Argo menyebutkan kecelakaan tunggal itu melukai Ketua Umum Partai Golkar tersebut namun pengemudi yang berprofesi sebagai pewarta Metro TV Hilman Mattauch dan ajudan Novanto, Reza tidak terluka.

Kombes Pol Argo enggan berspekulasi mengenai penyebab Novanto terluka sedangkan dua penumpang lainnya yang duduk di depan tidak mengalami luka.

Polisi telah menetapkan tersangka terhadap Hilman Mattauch dijerat Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan darat Pasal 283 tentang melakukan kegiatan lain saat mengemudi dan Pasal 310 tentang kelalaian yang menyebabkan orang terluka atau meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas.

Kombes Pol Argo menyatakan polisi membuka kemungkinan untuk meminta keterangan Novanto terkait kronologis kecelakaan itu namun harus menunggu kondisi kesehatan pulih.
Sebelumnya, kendaraan yang ditumpangi Ketua DPR itu terlibat kecelakaan tunggal yang dikemudikan Hilman di kawasan Permata Hijau Jakarta Selatan pada Kamis (16/11) sekitar pukul 19.00 WIB.

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Novanto sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO) lantaran tidak berada di kediamannya saat akan dibawa paksa usai mangkir dari beberapa kali panggilan. (Hsg/Polda Metro Jaya)