Kapolda Bali Minta Media Ikut Konter Berita Hoaks

oleh
Kapolda Bali Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose saat membuka kegiatan seminar di Gedung Perkasa Raga Garwita (PRG), Selasa (27/2/2018). (Ist)
banner 300250

Denpasar, suarabali.com – Kapolda Bali Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose mengatakan peran media sangat penting dalam mengawal setiap tahapan Pilkada di Provinsi Bali. Dalam mengamankan Pilkada 2018, Polri lebih mengutamakan prinsip preventif proaktif daripada represif responsif. Salah satu bentuknya melalui manajamen media yang dilakukan fungsi Humas.

Petrus Reinhard Golose menyampaikan hal itu dalam kegiatan seminar sehari yang digelar Bidang Humas Polda Bali di Gedung Perkasa Raga Garwita (PRG), Selasa (27/2/2018). Seminar ini mengusung tema: Peran Media dalam Mewujudkan Pilkada Serentak 2018 yang Aman dan Damai.

Suasana seminar bertema: Peran Media dalam Mewujudkan Pilkada Serentak 2018 yang Aman dan Damai. (ist)

Kapolda berharap seminar tersebut  dapat menambah wawasan dan pengetahuan para peserta seminar, sehingga lebih bijaksana dalam menggunakan media sosial khususnya dalam menjaga harmoni Pilkada 2018 di Provinsi Bali.

Pada tahap kampanye ini, Kapolda meminta kepada media agar memberikan informasi yang menyejukan dan ikut meng-counter berita-berita yang bersifat hoaks, propaganda, provokasi, ujaran kebencian maupun isu SARA yang dapat mengundang kerawanan sosial. Oleh sebab itu, awak media merupakan salah satu bagian penting yang mampu memberikan kontribusi dalam menyukseskan Pilkada 2018.

“Media agar menyuarakan Pilkada tanpa black campaign, tanpa money politic, dan tidak perlu mengangkat isu SARA. Sampai saat ini pemberitaan Pilkada Bali masih sangat kondusif. Hal ini tidak terlepas dari dukungan media cetak, online, dan ekektronik,” tutur Petrus Reinhard Golose.

Selain dihadiri para pejabat utama Polda Bali dan kapolres se-Bali,  seminar tersebut juga diikuti 110 peserta terdiri dari Pemimpin Redaksi (Pemred), wartawan, pegawai Dinas Kominfo, Komisi Penyiaran Indonesia, Pendam IX/Udayana, dan Humas Polda Bali. Seminar ini digelar untuk mengajak semua pihak agar ikut serta mengantisipasi berita atau informasi yang dapat menimbulkan kerawanan pada saat proses Pilkada berlangsung.

Ada lima narasumber yang dihadirkan dalam seminar ini. Pertama, Guru Besar Universitas Udayana Prof. Dr. I Ketut Rai Setiabudhi, SH, MSi. dengan membawakan materi analisis kerawanan politik sebagai dampak munculnya gangguan Kamtibmas.

Kedua, Ketua PWI Bali Drs. IGMB Dwikora Putra menyampaikan materi tentang pers dan Pilkada damai. Ketiga, Koordinator Divisi Hukum dan Penindakan Pelanggaran Bawaslu Provinsi Bali Ir. I Ketut Sunadra, MSi. dengan membawakan materi tentang tata cara pelaporan dan tindak lanjut penanganan pelanggaran pemilihan.

Keempat, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Bali Kombes Pol. Drs. Sang Made Mahendrajaya, MH membawakan materi tentang peran Polri dalam upaya terciptanya Pilkada Bali aman dan damai. Kelima, Kanit IV Subdit II (Cyber Crime) Ditreskrimsus Polda Bali Kompol I Wayan Wisnawa Adiputra, SIK, MSi. dengan menyajikan materi tentang tinjauan UU Pilkada, UU Pers, dan UU ITE. (Sir)