Ini Salah Satu Cara KemenkominfoTangkal Hoax

oleh
Menkominfo Rudiantara (foto suarabali.com)
banner 300250

Jakarta, suarabali.com – Banyak cara yang dilakukan ‎Menteri Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Rudiantara dalam menangkal fenomena kabar bohong atau hoax dan ujaran kebencian (hate speech) di masyarakat.

Salah satunnya dengan cara menjalin kerja sama dengan kelompok-kelompok keagamaan.

“Kemenkominfo punya cara bagaimana konten-konten negatif tidak berkembang selain blokir, yaitu literasi. Blokir itu capai, belum urusan ngeblokirnya, belum sama yang diblokirnya,” ujar Rudi saat menjadi keynote speaker dalam seminar bertajuk Bahaya Hoax Melalui Media Sosial Sebagai Ancaman Disintegrasi Bangsa, yang diselenggarakan Siswa STIK-PTIK angkatan 72 di Auditorium Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (17/10/2017).

Hadir menjadi pembicara dalam acara itu Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kemenkominfo Samuel Abrijani Pangerapan, Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Brigjen Fadil Imran, Pakar Komunikasi Politik Gun Gun Heryanto.

Menurut Rudiantara, literasi ke kelompok agama adalah cara efektif menangkal konten negatif berbau hoaxdan ujaran kebencian.

Dia mengaku telah mengunjungi organisasi keagamaan. Termasuk ke kalangan seperti kiai dan Majelis Ulama Indonesia (MUI). “Maka keluarlah fatwa MUI. Salah satunya bagaimana umattabayyun (klarifikasi) saat mendapat informasi dari media sosial,” ungkapnya. ‎

Selain ke kelompok Islam, dia juga datang ke Parisadah Hindu, ke konferensi umat Katolik, pertemuan dengan PGI. “Kami juga akan sambangi tokoh-tokoh agama yang punya pengaruh untuk bekerja sama menangkal berita hoax,” ucapnya.(Tjg)