IKB UI Adukan Tragedi Pemilu 2019 ke Pimpinan DPR

oleh
Pimpinan DPR RI menerima audiensi Ikatan Keluarga Besar UI (IKB UI). (Ist)
banner 300250

Jakarta, suarabali.com – Ikatan Keluarga Besar Universitas Indonesia (IKB UI) mengadukan berbagai tragedi yang terjadi pada Pemilu 2019, di antaranya kasus meninggalnya ratusan petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dan indikasi kecurangan.

IKB UI mengadukan permasalahan itu saat bertemu Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon. Terkait aduan tersebut, Fadli mendesak agar pemerintah segera melakukan investigasi atas tragedi Pemilu 2019.

“Karena itu, kita akan mendesak pemerintah untuk segera melakukan investigasi terhadap hal ini. Di DPR juga supaya membentuk tim pencari fakta, sebagai partisipasi kita,” ungkap Fadli usai menerima audiensi IKB UI di Gedung Nusantara III DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (14/5/2019). Turut hadir Wakil Ketua DPR RI Bidang Korkesra Fahri Hamzah.

Menurut IKB UI, musibah kematian lebih dari 500 petugas KPPS dan sekitar 3.800 orang petugas KPPS yang sakit di seluruh Indonesia adalah ironi dalam kegiatan pesta demokrasi Pemilu 2019 dan patut menjadi perhatian serius pemerintah. Bahkan, menurut IKB UI, musibah tersebut bisa melanggar Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2019 tentang HAM, dan hukum pidana yang diatur dalam KUHP.

“Saya dalam hal ini mempunyai pandangan yang sama tentang berbagai kejadian yang terjadi akhir-akhir ini, baik itu menyangkut kecurangan Pemilu pada saat dan setelah, kemudian ekses-ekses lain yang luar biasa, terkait dengan meninggalnya petugas KPPS dan juga ada yang sakit di atas 3 ribuan,” papar Pimpinan DPR RI Bidang Korpolkam itu.

Terkait usulan pembentukan Pansus Pemilu 2019, Fadli menjelaskan di DPR RI memiliki mekanisme yang panjang. “Usulan pembentukan Pansus harus mendapat persetujuan di Rapat Paripurna. Usulan itu diajukan ke pimpinan, pimpinan mengagendakan ke Bamus, Bamus mengagendakan dalam Rapat Paripurna. Jadi, proses dan porosedurnya cukup panjang,” ungkap politisi Partai Gerindra itu. (*)