Hujan Deras Melanda Bali, Pasokan Ikan di Pasar Kedonganan Turun 30 Persen

oleh
Pasar Kedonganan, Kamis (16/11/2017) sepi pengunjung akibat musim hujan. Pasokan ikan laut juga menurun hingga 30 persen. (Foto Mkf)
banner 300250
Badung, suarabali.com – Tingginya intensitas hujan yang terus menerus mengguyur Bali, khususnya di wilayah Badung Selatan, membuat pasokan ikan ke Pasar Kedonganan, Kecamatan Kuta, menurun drastis.
Kondisi ini dikeluhkan para pedagang ikan Pasar Kedonganan termasuk Rustam Efendi (55). Rustam yang sudah berjualan ikan selama 17 tahun ini mengatakan, hujan deras yang terjadi selama 3 hari belakangan ini, membuat tangkapan nelayan ikan menurun dan mengurangi pasokan ikan untuk dijual.
“Penurunan pasokan ikan mencapai sekitar 30 persen. Tapi pasokan ikan kesini tidak hanya dari nelayan disini tapi dari Jawa juga ada. Namun untuk harga masih normal tidak ada perubahan,” kata Rustam, Kamis (16/11/2017).
Selain pasokan ikan yang menurun, musim penghujan ini juga membuat sepi pembeli dan para pembeli juga enggan turun ke pasar. Selama musim hujan ini, kebanyakan para nelayan banyak memasok ikan tongkol karena mudah ditangkap.
“Kalau dari nelayan lokal, pada musim hujan seperti ini paling banyak memasok ikan tongkol karena mudah ditangkap. Harapan saya para nelayan bisa menangkap ikan sebanyak-banyaknya,” harap Rustam.
Hal senada juga diakui Kepala Pasar Ikan Kedonganan I Made Narka.
“Jika musim hujan pasti terjadi penurunan pasokan ikan dari nelayan walaupun ada juga suplay ikan dari Ja wa,” ujarnya.
Kondisi pasar yang sepi dari pembeli tersebut, mendorong pihak pengelola Pasar Kedonganan membuat kebijaksanaan dengan memberikan toleransi waktu bagi pedagang yang terlambat memberikan uang iuran pengembangan dana desa.
“Sepinya pembeli akibat adanya musim penghujan seperti ini, kita memberikan kebijaksanaan menarik iuaran agar kita tetap bisa memberikan dana bantuan untuk Desa,” ujarnya.
Kondisi cuaca buruk memang sudah diungkapkan BMKG Wilayah III Denpasar dengan mengeluarkan peringatan dini cuaca di wilayah Badung yang berlaku dari tanggal 14-16 November 2017. Disebutkan, intensitas hujan cukup tinggi dan berpotensi hujan lebat disertai kilat dan petir. Oleh karena itu, masyarakat dihimbau untuk tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya bencana seperti banjir atau genangan air. (Mkf)