DPR Minta Subsidi Gas 3 Kg Dicabut karena Tidak Tepat Sasaran

oleh
LPG 3 kilogram. (Ist)
banner 300250

Jakarta, suarabali.com – Anggota Komisi VII DPR menyarankan kepada Pertamina untuk mencabut subsidi Liquefied Petrolium Gas (LPG) 3 Kg, karena mengakibatkan kelangkaan di kalangan masyarakat dan dinilai salah sasaran.

Anggota Komisi VII DPR Andi Jamaro Dulung mengatakan awalnya kelangkaan gas subsidi yang 3 Kg hanya terjadi di Aceh dan Gorontalo. Namun, lantaran viral akhirnya masyarakat di seluruh Indonesia panik dan membeli gas subsidi tersebut dalam jumlah banyak, karena takut akan terjadi kelangkaan.

“LPG 3 Kg ini subsidinya harus dicabut oleh pemerintah dan tidak boleh ada perbedaan harga lagi antara subsidi dan non-subsidi, ” ujar Andi saat berdiskusi dengan jajaran Pertamina Regional Jogjakarta di Hotel Tentrem, baru-baru ini.

Jika gas 3 Kg tersebut terus di subsidi, potilisi asal Fraksi P-PPP, maka akan banyak kecurangan pada oknum tertentu karena permintaannya yang terus menigkat.

“Begitu ada perbedaan harga antara subsidi dan non-subsidi, maka di situlah mafia akan bermain, akan terjadi pencurian, pengoplosan, penumpukan gas 3 Kg tersebut. Karena itu, subsidi perlu dicabut agar tidak ada lagi perbedaan harga dan semua membeli dengan harga yang sama,” cetusnya.

LPG 3 Kg ini juga menjadi salah sasaran. Pasalnya, banyak orang berpenghasilan tinggi tetapi tetap menggunakan gas subsidi tersebut karena dinilai murah.

“Selagi ada alternatif gas yang lebih murah, ya yang non-subsidi gak bakal laku. Orang kaya juga beli gas yang murah kok, karena fungsinya pun masih tetap sama, sama sama untuk membakar,” lanjut Andi

Di sisi lain, Andi menegaskan, jika Pertamina ingin gas subsidi tetap ada, maka diberikan langsung kepada orang yang membutuhkan agar tepat sasaran.

“Kalau ingin tetap ada subsidi, langsung saja berikan uangnya ke orang yang berhak mendapatkan, agar uang tersebut dapat dipakai untuk membeli gas dengan harga yang sama. Kalau itu dilakukan, maka tidak terjadi lagi kelangkaan, permainan harga, pengoplosan, dan penyelewengan lainnya,” tutupnya. (Sir)

[contact-form][contact-field label=”Nama” type=”name” required=”true” /][contact-field label=”Surel” type=”email” required=”true” /][contact-field label=”Situs web” type=”url” /][contact-field label=”Pesan” type=”textarea” /][/contact-form]