DPR akan Mengawasi Penanganan Wabah Difteri

oleh
Suasana Rapat Kerja Komisi IX dengan Menteri Kesehatan. (Ist)
banner 300250

Jakarta, suarabali.com – Wakil Ketua Komisi IX DPR Ermalena mengatakan Komisi IX akan melakukan rapat kerja dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk membahas wabah penyakit difteri yang terus meluas hingga tutup tahun 2017. Rapat ini diagendakan setelah masuk masa persidangan DPR pada pekan kedua Januari 2018.

Seperti diketauhui, sampai Desember 2017, tercatat 622 kasus dengan sebaran 169 kabupaten atau kota di 29 provinsi mengumumkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) difteri. Angka tersebut meningkat dari sebulan sebelumnya sebanyak 95 kabupaten atau kota.

Ermalena memastikan Komisi IX akan melakukan pengawasan ke berebagai daerah yang terjangkit virus difteri. Dia mengatakan, Komisi IX segera mengagendakan kunjungan kerja spesifik ke daerah KLB difteri. Sehingga, Komisi IX dapat mengetahui persoalan apa yang membuat wabah difteri terus meluas.

“Juga dalam rangka pengawasan, karena kelihatan agar merata, ya. Kalau di pelosok kan lebih bahaya lagi. Karena untuk mendatangi fasilitas kesehatan dalam rangka perawatan itu jadi tantangan juga bagi kita, karena masih banyak puskemas yang belum siap juga,” ujar Ermalena, belum lama ini.

Lantaran keterbatasan dalam berbagai hal, menurut dia, pengawasan DPR tidak bisa langsung ke tingkat bawah, melainkan kunjungan kerja bersifat random ke daerah-daerah yang terjadi KLB difteri.

“Kalau DPR ini kan tidak bisa sampai ke bawah. Kalau ke bawah, itu kan kita sifatnya random. Jadi, kunjungan kerja ke daerah-daerah KLB, kita datangi. Tapi, kan sekarang lagi reses. Kita nggak ada kunjungan,” kata politikus PPP tersebut. (Sir)