Dijadikan Rujukan, Ini Keunggulan Program Smart City di Kota Denpasar

oleh
Denpasar Damamaya Cyber Monitor menjadi areal kontrol program smart city yang berada di Graha Sewaka Dharma Lumintang. (Ist)
banner 300250

Denpasar, suarabali.com – Program smart city yang diterapkan Pemkot Denpasar kerap dijadikan rujukan oleh pemerintah daerah di provinsi lain. Bahkan, Kemendagri sengaja mengutus seorang pejabatnya untuk meneliti secara detail tentang pengelolaan program smat city di Kota Denpasar.

Pemkot Denpasar merancang program smart city guna mempermudah dan mempercepat pembangunan di tengah kehidupan masyarakat perkotaan. Dengan menerapkan berbagai program aplikasi smart city, Pemkot Denpasar meraih peringkat pertama smart city dalam kategori ‘Kota Sedang’, beberapa waktu lalu.

Itu sebabnya, Kepala Seksi Kabasda Wilayah I Direktorat Jenderal Otda Kemendagri, Ninik, mengunjungi Kota Denpasar. Dia bertemu dengan Kepala Dinas Komunikasi, Informasi dan Statistik Kota Denpasar I Dewa Made Agung di Kantor Wali Kota Denpasar, Selasa (10/4/2018).

Menurut Ninik, program smart city Kota Denpasar merupakan yang terbaik di Indonesia. Itu sebabnya, dia ingin mengetahui secara detail tentang pelaksanaan dan pengelolaan smart city di Denpasar. “Hasilnya nanti akan dijadikan masukan dalam penyusunan pengembangan smart city di Indonesia. Juga akan dijadikan buku panduan dan dibagikan ke kabupaten dan kota lainnya,” katanya.

Dari sekian program smart city di Kota Denpasar,  yang menarik hati Ninik adalah SIPENA (Sistem Informasi Penatih). Sistem ini diterapkan langsung di desa dan Kelurahan, sehingga dapat mempermudahkan masyarakat dalam mengurus berbagai pelayanan administrasi.

Selain itu, program smart city Pro Denpasar Plus juga menarik hatinya. Sebab, berbagai keluhan bisa disampaikan masyarakat secara langsung . Dalam Pro Denpasar juga ada 13 pelayanan yang dapat diproleh masyarakat Denpasar.

Kepala Dinas Komunikasi, Informasi dan Statistik Kota Denpasar I Dewa Made Agung mengucapkan terima kasih atas kunjungan Ninik ke Pemkot Denpasar. Menurut dia, smart city Kota Denpasar masuk ke dalam banyak aspek. Hal itu dilakukan untuk memberikan kemudahan dan percepatan akses pelayanan kepada masyarakat melalui media teknologi informasi.

Langkah ini tentunya dilakukan lewat bentukan Denpasar Damamaya Cyber Monitor yang berada di Graha Sewaka Dharma Lumintang, dengan berbagai penanganan pelayanan masyarakat hingga pendataan Kota Denpasar dalam satu areal kontrol. Penguatan program tersebut juga dilakukan dengan kerja sama, yang melibatkan pihak swasta terkait pengembangan sistem digital.

Sedangkan untuk aplikasi SIPENA, Dewa Made Agung mengatakan pengelolaannya dilakukan secara mandiri oleh desa dan kelurahan. Namun, pihaknya tetap melakukan pendampingan dan monitoring.

Aplikasi lainnya seperti smart city Pro Denpasar Plus, Aplikasi Sistem Pelayanan Bus Sekolah Denpasar (SIBUSED), dan Santunan Kematian.  ”Untuk mendukung smart city, Pemkot Denpasar juga menyediakan wadah sebagai aktivitas anak muda, yaitu Youth Park dan Badan Kreatif Denpasar (BEDA),” ungkap Dewa Made Agung. (*/Sir)