Di Yordania, Kapolri Berbagi Ilmu Cara Perangi Jaringan Terorisme

oleh
Kapolri Jenderal Pol. Tito Karnavian. (Foto Ist)
banner 300250

Yordania, suarabali.com – Kapolri Jenderal Polisi H. Muhammad Tito Karnavian menjadi tamu undangan khusus pendiri Middle East Special Operations Commanders Conference (MESOC) ke-9 yang digelar di Amman, Yordania. Dalam konferensi tersebut, Kapolri diminta untuk berbagi ilmu terkait cara pemberantasan terorisme.

Pada kesempatan tersebut, Kapolri membuka data penanganan terorisme dan radikalisme di Indonesia. Kapolri mengungkapkan, sebanyak 2.000 orang yang menganut paham militan merupakan alumni Afganistan dan Filipina Selatan.

“Indonesia merupakan satu-satunya negara di dunia yang memberantas teroris melalui proses persidangan, dengan hasil selama 2002-2018, pelaku yang ditangkap 1.441 orang dan 1.035 yang dihukum. Serta 4 orang divonis hukuman mati,” ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Mohammad Iqbal mengutip kata-kata Kapolri.

“Pak Kapolri ditunjuk sebagai pembicara dalam acara yang dihadiri oleh para pemimpin operasi khusus di seluruh dunia,” sambungnya.

Selain itu, Karo Penmas Divhumas Polri mengatakan Kapolri menyampaikan materi cara menanggulangi terorisme dan radikalisme berjudul Law Enforcement Led Strategy In Countering Terrorisme in Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolri bercerita pemberantasan teroris di Tanah Air menggunakan metode hard approach dan soft appoarch. Selain itu, terdapat dua kelompok teroris yang lahir di Indonesia, yaitu Jamaah Islamiyah yang berafilisiasi terhadap Al Qaedah dan Jamaah Ansharoh Tauhid yang berafisiliasi dengan ISIS.

Kapolri menuturkan, kapabilitas yang diperlukan untuk memberantas teror adalah deteksi yang sangat kuat, investigasi secara ilmiah, pasukan penindak, dan hukum yang kuat. (*/Sir)