Di Kalbar, Kapolri Perintahkan Tindak Tegas Penyebar Fitnah

oleh
Kapolri Jenderal Pol. Tito Karnavian (tengah) tiba di Bandara Internasional Supadio.
banner 300250

Pontianak, suarabali.com – Kapolri Jenderal Pol. Muhammad Tito Karnavian kembali mengingatkan jajarannya untuk mewaspadai penyebaran hoaks dan kampanye hitam yang marak di media sosial. “Kampanye hitam berdampak negatif, bisa merusak demokrasi dan memicu perpecahan,” kata Kapolri di Mapolda Kalbar, Selasa, (26/2/2019).

Untuk mengantisipasinya, Kapolri telah memerintahkan kepada jajaran Kepolisian untuk memberikan tindakan tegas kepada para pelaku penyebaran hoaks dan kampanye negatif.

“Kami akan tindak tegas, siapapun dan dari kelompok manapun yang melakukan penyebaran fitnah dan perpecahan dan diberi hukuman agar menimbulkan efek jera,” tegas Tito.

Menurut Tito, Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) memiliki modal penting dalam mewujudkan Pemilu 2019 yang kondusif. Hal ini dibuktikan pada penyelenggaraan Pilkada serentak tahun 2017 dan Pilkada Gubernur 2018 yang berjalan aman, lancar, dan kondusif.

“Kalbar memiliki modal penting. Saat penyelenggaraan Pilkada serentak tahun 2017 dan Pilkada Gubernur 2018 lalu, suasana di Kalbar tetap kondusif,” tegasnya.

Untuk itu, Tito mengapresiasi masyarakat Kalbar yang menurutnya mulai dewasa dalam berdemokrasi, sehingga dapat membuat suasana kondusif.

“Saya sampaikan apresiasi, masyarakat Kalbar mulai dewasa dalam berdemokrasi. Tentu kita harapkan dengan pengalaman 2017 dan 2018 menghadapi pilkada tersebut, Insya Allah Pemilu 2019, Pilpres yang berlangsung serentak dengan Pileg dapat berjalan dengan aman dan lancar serta kondusif,” tegas Jenderal Pol. Tito Karnavian.

Pada kesempatan itu, pimpinan tertinggi Polri ini juga mengungkapkan kunjungannya ke Kalbar untuk mengevaluasi Operasi Mantap Brata dalam rangka pengamanan Pemilu 2019 yang tak lama lagi akan dihelat.

Operasi Mantap Brata yang prosesnya sedang berjalan ini, menurut Kapolri, akan berlangsung hingga pelantikan Presiden pada Oktober 2019.

“Operasi Mantap Brata ini prosesnya sedang berjalan dan akan berlangsung hingga Oktober mendatang. Saya mengevaluasi karena sudah semakin dekat pelaksanaan Pemilu 2019 agar jajaran Polri di seluruh wilayah terus melakukan pendekatan-pendekatan kepada semua stakeholder, KPU, Bawaslu, rekan-rekan TNI, termasuk media massa untuk terus berkoordinasi mewujudkan Pemilu 2019 yang aman dan kondusif,” tegas Guru Besar PTIK tersebut.

Pada kesempatan itu pula, Kapolri meminta agar media massa dapat memberikan pesan yang baik sehingga dapat menciptakan suasana sejuk di tengah situasi politik.

“Dalam situasi politik yang seperti sekarang ini, semuanya kita harap teman-teman media juga turut mendinginkan dan jangan memanaskan suasana dalam rangka mengejar rating, exclusive news, tapi mengobarkan potensi konflik, ini tidak boleh terjadi. Jangan berikan pesan atau berita yang provokatif sehingga memanaskan suasana,” harap mantan Kapolda Metro Jaya tersebut.

Tito juga menginstruksikan seluruh jajarannya untuk memonitor liarnya media sosial, penyebaran berita hoaks serta black campaign yang dapat dilakukan pencegahan dini.

Black campaign (kampanye hitam) itu melanggar Undang-undang, kampanye tentang sesuatu yang tidak benar atau tidak sesuai fakta, bisa diancam UU ITE. Sekaligus juga merusak demokrasi dan bisa memicu konflik antar masyarakat atau pendukung,” tegas mantan Kepala BNPT tersebut.

“Karena pendukung bisa saja nanti akan marah kalau calonnya baik eksekutif maupun legislatif difitnah sedemikian rupa dengan informasi yang tak benar. Saya juga sampaikan, kalau terjadi black campaign, dari pihak manapun, berikan tindakan tegas, tegakkan hukum untuk memberikan efek deteren,” tegas jenderal bintang empat tersebut.

Selain mengecek kesiapan pengamanan Pemilu 2019, Kunjungan Kapolri ke Mapolda Kalbar juga untuk berkoordinasi dengan para Kapolda se-Kalimantan dan Kapolres untuk melakukan pencegahan sedini mungkin kebakaran hutan dan lahan yang diprediksi timbul saat musim kemarau. (Tjg/Sir)