Demi Kesembuhan Ibu dan Nafkah si Buah Hati

oleh
Ni Made Ratna Sari sedang melayani pembeli di Laba Laba Bar, Kuta, Badung. (Foto: Budi Hariyanto Tanjung)
banner 300250

Badung, Suarabali.com-“Ibu saya reumatik. Asmanya juga sering kambuh, jadi enggak bisa jualan.” Ni Made Ratna Sari berkisah. Sudah sejak dua tahun lalu perempuan yang akrab disapa Kadek itu menggantikan rutinitas sang ibu berjualan kopi dan penganan di seputar Kuta, Badung, Bali.  Bermodal sepeda motor Scoopy kesayangannya, gadis cantik berambut panjang itu menjajakan dagangannya kepada setiap orang yang lewat dan para karyawan toko di wilayah Kuta dan Sekitarnya.

Hampir setiap hari, janda satu anak itu berangkat sekitar pukul 06.00, pulang menjelang pukul 17.00 WITA. Meski masih muda dan berparas cantik, Kadek mengaku tak pernah malu atau gengsi berjualan keliling.

“Kenapa saya harus malu? Saya, kan, tidak mencuri,” tutur lulusan SMK tata boga itu sembari berkelakar saat berbincang dengan suarabali.com di Laba-Laba Bar, Kuta, Minggu (13/1/2019).

Memang, sebagai perempuan muda berparas manis, Kadek mengaku ada saja lelaki iseng yang sering menggodanya, bahkan mengajaknya menikah. Namun, hal itu tak pernah ia hiraukan.

“Ada sih yang sering iseng. Beli, kopi sambil menggoda. Ada juga yang ingin macarin, pas ditolak tak mau lagi beli kopi,” tuturnya lugu.

Kadek hanyalah sepenggal epik kegigihan perempuan Bali yang berjuang mengais rezeki halal demi menghidupi diri dan keluarganya. Jika sedang mujur, dari jualan kopi dan penganan itu ia mendapatkan omzet Rp300 ribu per hari dengan keuntungan bersih Rp100–Rp150 ribu per hari. Ia mengaku bersyukur, meski angka itu hanya cukup untuk menutupi kebutuhan sehari-hari.

Saat ditanya harapannya ke depan, ia mengaku belum tahu. Yang ia tahu, saat ini ia harus tetap berjualan keliling untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari dan biaya berobat sang ibu hingga penyakit sang ibu sembuh.(Han)