Cuaca Buruk, 57 Ekor Kerbau Asal Sumbawa Gagal Berlayar ke Jeneponto

oleh
Akibat cuaca buruk, 57 ekor kerbau asal Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB) ini gagal berlayar menuju Jeneponto, Sulawesi Selatan. (Ist)
banner 300250

Sumbawa, suarabali.com – Sebanyak 57 ekor kerbau terpaksa kembali ke Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), dengan menumpang KLM Sumber Bahari. Sebelumnya, 57 ekor kerbau itu sudah sempat berlayar selama 4 jam menuju Jeneponto, Sulawesi Selatan.


Namun, kapal yang  mengangkut 57 ekor kerbau itu terpaksa berputar haluan dan kembali ke Pelabuhan Badas akibat cuaca buruk.

“Pemilik mengajukan permohonan kepada kami untuk memasukan kembali kerbaunya ke Instalansi Karantina Hewan Badas, karena kapal berputar haluan setelah sempat berlayar 4 jam dan kembali sandar ke Pelabuhan Badas karena cuaca buruk di tengah laut,” kata Priono, dokter hewan karantina yang melakukan pemeriksaan.

Pada Jumat (3/1/2020), petugas Karantina Pertanian Sumbawa di Pelabuhan Badas telah memastikan kesehatan 57 ekor kerbau asal Sumbawa yang akan dikirim ke Jeneponto, Sulawesi Selatan. Pemeriksaan diakukan secara ketat, mulai dari pemeriksaan kelengkapan dokumen persyaratan, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan laboratorium.

“Secara keseluruhan, kerbau dinyatakan sehat secara fisik, tidak menunjukkan gejala penyakit dalam masa karantina. Hasil pemeriksaan laboratorium juga negatif untuk penyakit brucella, surra, dan anthrax,” kata Priono. (*)