Cok Ace Resmikan Patung Naga Sanga Amurwabhumi di Batubulan

oleh
Wagub Bali Cok Ace saat meresmikan Patung Naga Sanga Amurwabhumi di Gallery UC Silver & Gold, Batubulan, Gianyar, Senin malam (12/11/2018). (Ist)
banner 300250

Gianyar, suarabali.com – Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) meresmikan Patung Naga Sanga Amurwabhumi di Gallery UC Silver & Gold, Batubulan, Gianyar, Senin malam (12/11/2018).

Direktur Pemasaran UC Silver & Gold Arya Sutedja  mengatakan UC Silver & Gold sebagai satu-satunya galeri perhiasan di Bali merasa perlu melestarikan dan mempromosikan seni dan budaya Bali. Oleh karena itu, pihaknya menciptakan patung naga perak bernama Naga Sanga Amurwabhumi.

“Patung ini merupakan karya seni yang rumit dan bukti hidup yang mampu menunjukkan kepada wisatawan asing, apresiasi yang lebih tentang betapa serius dan kesungguhan dedikasi orang Bali untuk kesenian tradisional mereka,” katanya.

Naga Sanga Amurwabhumi memiliki arti sembilan naga yang melambangkan sembilan arah mata angin. Karya seni patung buatan tangan ini diselesaikan dalam waktu lima tahun. l Nyoman Eriawan memimpin proses pembuatan patung ini dan melibatkan 25 seniman muda Bali yang terampil.

Para seniman itu menerapkan teknik mematung secara tradisional untuk membentuk perak dengan total berat 720 Kg ke dalam bentuk patung naga yang membentang sepanjang 20 meter, lebar dan tinggi masing-masing 1,8 meter.

Suteja berharap karya seni patung itu dapat mengingatkan generasi muda Bali untuk menghargai, mengagumi dan bangga dengan seni mereka sendiri. Dia juga ingin patung naga itu dapat menginspirasi generasi berikutnya untuk menciptakan lebih banyak karya seni, dan melestarikan warisan seni Bali yang unik yang telah dikembangkan secara turun-menurun.

Pada kesempatan tersebut, Wakil Direktur MURI Osmar Semesta Susilo menyerahkan penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dengan Nomor Register 8730 sebagai patung perak terberat dan terbesar.

Peresmian patung itu terkait dengan perekonomian Bali yang mengandalkan industri pariwisata sebagai leading sector yang bertumpu pada panorama alam, adat istiadat, dan seni budaya. Itu sebabnya, potensi tersebut harus dilestarikan dan ditumbuhkan untuk mempertahankan Bali sebagai tujuan wisata dunia yang berkualitas.

Tahun 2017 jumlah kunjungan turis mancanegara ke Bali hampir 6 juta orang dan wisatawan nusantara sekitar 8 juta orang. Kedepannya, jumlah kunjungan wisatawan tersebut ditargetkan meningkat dengan hadirnya destinasi-destinasi wisata baru di Pulau Bali.

Branding Bali yang begitu kuat sebagai jendela pariwisata dunia, tidak mungkin akan terhindar dari ritme cepat globalisasi dengan segala tantangannya. Dibutuhkan kecerdasan baru dalam meningkatkan daya saing, melalui kreativitas dan kecepatan dalam pengambilan keputusan. Hal ini telah ditunjukkan oleh UC Silver & Gold dengan karya patungnya yang tetap mencirikan budaya Bali, tentu ini menambah destinasi wisata di Pulau Bali,” kata Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace).

Dia menambahkan, Bali harus tetap sebagai leading dalam pengembangan pariwisata di Indonesia. Oleh karena itu, melalui visi ‘Nangun Sat Kerthi Loka Bali’ dalam 5 tahun kedepan, pengembangan pariwisata di Provinsi Bali secara bertahap diupayakan secara menyeluruh dan berkesinambungan. Sehingga, mampu meningkatkan peran dan potensinya dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi, pemerataan, dan peningkatan pendapatan masyarakat.

“Berbagai upaya akan ditempuh untuk mempertahankan keunggulan Bali sebagai daya tarik tujuan wisata. Seperti membangun budaya bersih, sehingga Bali tetap terpelihara kebersihan dan mampu memebebaskan Bali dari sampah, menjadikan Bali sebagai pembangunan green economi,” ujarnya.

Selain itu, pengembangan destinasi pariwisata seperti pengembangan desa wisata, meningkatkan profesionalisme sumber daya manusia, pengendalian dan pengawasan usaha sarana pariwisata, pemeliharaan dan pelestarian budaya (warisan budaya dunia) juga akan terus ditingkatkan kualitas dan kuantitasnya.

Juga mengembangkan infrastruktur jalan menuju obyek wisata, meningkatkan akses jalan dan memperpendek jarak tempuh dengan membangun shortcut. Pengembangan transportasi melalui darat, laut, dan udara seperti rencana pembangunan kereta api, pelabuhan udara Bali utara,” jelas Cok Ace didampingi Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Bali I Putu Astawa.

“Saya berharap para pelaku pariwisata beserta seluruh masyarakat Bali bersama-sama bersinergi menjadi bagian penting untuk bisa memberikan kontribusi nyata untuk memajukan pariwisata di Provinsi Bali. Dengan adanya keterlibatan seluruh jajaran, tentu akan dapat memperkaya ide dan gagasan dalam menjaga pariwisata Bali pada masa yang akan datang,” imbuhnya. (*)